Juarai Lomba Video Pendek, Mahasiswa UTS Promosikan Sumbawa



Marsa dan MariniMarsa Gipta Juliana dan Wisma Iriani di Bendungan Batu Bulan

Batu Alang, (30/03/2018)

Bertema Infrastruktur sumber daya air, tiga mahasiswa UTS sabet juara I lomba video pendek Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I yang diselenggarakan 28 Maret 2018. Mengekspose sejarah dan manfaat keberadaan Bendungan Batu Bulan Desa Batu Bulan Kecamatan Moyo Hulu, video yang menampilkan bendungan terbesar di NTB tersebut berhasil merebut point tertinggi dari dewan juri.

Infrastruktur yang termasuk dalam kategori lomba adalah Bendungan, Bendung, Embung, Sungai, dan Mata Air baik yang sudah terbangun maupun yang sedang dalam proses pembangunan. Lomba yang dibuka untuk pelajar dan mahasiswa tersebut, selain penilaian akhir dan penerimaan hadiah, peserta yang masuk finalis 6 terbaik juga diundang dalam kegiatan puncak Hari Air Dunia yang diadakan di Sumbawa Besar.

Pesan yang ingin disampaikan Marsa Gipta Juliana, Wisma Iriani dari Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Robby Jovingki Saputra Teknik Informatika, melalui video berdurasi 4 menit itu adalah agar orang yang berlibur ke  Bendungan Batu Bulan tidak hanya menikmati panorama yang ada, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai kapan bendungan itu diresmikan dan mengetahui manfaat keberadaannya bagi masyarakat.

“Sekaligus mempromosikan Sumbawa secara tidak langsung ditingkat provinsi, selain sebagai irigasi yang disediakan pemerintah, tetapi juga sebagai salah satu objek wisata yang perlu dimaksimalkan. Dan menyatakan bahwa anak-anak Sumbawa juga punya potensi,” tutur gadis cantik yang juga jadi icon Penerimaan Mahasiswa Baru UTS tersebut.

Mewakili masyarakat yang merasakan manfaat langsung dari Bendungan Batu Bulan, Marsa menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dikarenakan adanya bendungan tersebut dapat meningkatkan hasil pertanian masyarakat yang dulu hanya sekali dalam tahun sekarang menjadi tiga kali. Bahkan, lanjutnya, jika dinilai dari segi pemeliharaan yang sudah dilakukan Pemda Sumbawa sudah sangat maksimal. Hal ini terbukti dengan adanya pos jaga dan jalur irigasi yang tetap bersih.

“Pesan dari masyarakat untuk Pemda, mereka mengucapkan terima kasih. Adanya bendungan itu menyebabkan hasil pertanian mereka bisa maksimal, khususnya masyarakat Desa Berare. Tinggal infrastruktur jalan saja yang masih kurang untuk mengangkut hasil pertanian mereka,” demikian Marsa pada Humas UTS. (29/03)

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =