KKN PPM UTS Fokuskan Diversifikasi Olahan Jagung Orba Utan



WhatsApp Image 2018-05-04 at 14.42.02Batu Alang, (05/05/2018)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menjadi salah satu di antara penerima program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM). Sebagai salah satu skema pengabdian dari Kemenristek Dikti yang diberikan pada seluruh PTS dan PTN yang ada di Indonesia. Tahun 2018 diketahui penganggaran dari Kemenristek Dikti sebanyak 2.071 penerima dana pengabdian, 880 di antaranya diberikan kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sedangkan 1.191 lainnya dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS)

Didi Suwardi, M.Sc. dosen Prodi Ekonomi Pembangunan  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) selaku ketua pelaksana didampingi Fitriah Permata Cita, ME. dosen Ekonomi Pembangunan FEB dan Dinar Suksmayu dosen Fakultas Pertanian saat melakukan pelepasan peserta KKN dana hibah tersebut mengungkapkan dari jumlah yang disediakan, terdapat 103 perguruan tinggi yang mendapatkan dana hibah dalam regional Kopertis VIII yang menggawangi wilayah se-Bali Nusra. Sebanyak 35 mahasiswa peserta yang dibagi menjadi 2 kelompok disiapkan untuk merealisasikan program tersebut.

Berlokasi di Aula Serbaguna UTS, Jumat, (04/05) lalu pelepasan peserta KKN yang akan di tempatkan di Desa Orong Bawa Kecamatan Utan itu mengangkat tema “Pemberdayaan Petani Jagung Orba (Orong Bawa) melalui Pengembangan Usaha Diversifikasi Pengembangan Olahan Jagung sebagai Produk Olahan Jagung sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Tukar Petani” yang bertujuan memanfaatkan sisa hasil pertanian Jagung, sehingga dengan program diversifikasi produk Jagung dapat meningkatkan pendapatan petani.

Didi (akrabnya) menjelaskan alasan memilih Jagung sebagai program utama disebabkan Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Sumbawa. Sedangkan memilih Kecamatan Utan dikarenakan merupakan salah satu penghasil terbesar dan Desa Orong Bawa adalah desa dengan produksi jagung tertinggi dengan luas lahan penanaman Jagung mencapai 542,75 Ha.

“Berangkat dari fakta empiris, Sumbawa ini punya potensi pertanian. Produk unggulan kita ini pertanian. Salah satu output pertanian yang menjadi icon Sumbawa itu Jagung. Jika diperinci lagi ternyata Desa Orong Bawa adalah yang paling banyak memproduksi Jagung. Akhirnya, muncullah ide ini dan Alhamdulillah disetujui,” tuturnya kepada mahasiswa.

Kegiatan yang akan dilaksanakan dari 4 Mei hingga 28 Mei mendatang itu juga diharapkan membangun sinergi, kemitraan, dan kerja sama yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat petani Jagung di Kabupaten Sumbawa. Program tersebut menargetkan dengan adanya peningkatan produksi diversifikasi olahan Jagung ditingkat petani akan terjadi efisiensi biaya olahan Jagung. Alasan ini karena penggunaan teknologi pengembangan diversifikasi produk yang relatif murah dan mudah diaplikasikan. Selain itu, perbaikan pada sistem teknologi pengolahan melalui usaha diversifikasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tukar petani di pasaran. Sedangkan untuk program unggulan dari program tersebut di antaranya berupa produk Teh celup dari bulu Jagung, Jeli dari sari bonggol Jagung, dan ensilasi atau pengolahan Silase tonggol Jagung sebagai pakan ternak.

WhatsApp Image 2018-05-04 at 14.42.01

Pelepasan KKN

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTS, Sahri Yanti, M.Sc. menerangkan bahwa KKN UTS telang berlangsung selama 2 tahun dan sudah sebanyak 5 kali penerjunan yakni: 1. Reguler 1 2016; 2. Follow up 2016; 3. Reguler 1 2017; dan 4. Reguler 2 2017/2018. Lanjutnya, KKN UTS selalu membawa berita harum dan membanggakan bagi kampus.

“Alhamdulillah, Saya percaya untuk seterusnya, KKN ini akan selalu menghadiahkan berita yang mengharumkan kampus. Semua ini berkat kreativitas mahasiswa KKN,” tuturnya.

Apa yang diutarakannya bukan tanpa alasan, dengan banyaknya ide-ide cemerlang mahasiswa selama ini meskipun kadang-kadang berbeda dengan proposal yang diajukan. Output yang diberikan pun sangat memuaskan dengan hasil berupa alat, keterampilan, dan kenangan manis di tengah-tengah masyarakat.

Ia juga menerangkan beberapa ide yang membanggakan dari KKN sebelumnya seperti KKN Reguler 1 dengan memodifikasi pangan, mengangkat kebudayaan dan nilai agama, pupuk, kerajinan tangan, dan alat filter air berkapung di Semamung. Follow up tidak kalah menarik dengan menghidupkan sanggar seni di desa Jorok, pupuk berbahan Kecambah di Krekeh, serta safety pengrajin Parang dan Bank Sampah di dusun Batu Alang. KKN 2017 dan awal 2018 pun sama menariknya dengan membuat Briket dari sampah plastik, Brownies Jagung, konseling kenakalan remaja, pakan ternak dan Bolu Sawo hitam manis, peta dan administrasi desa, wisata Labu Ijuk, Keramba Apung untuk Olat Rawa, labeling dan cemilan cakar Ayam Rumput Laut (Cakrula), Es Krim Bonggol Jagung, Kopi Jagung, Pudding Daun Kelor, Kripik Kulit Singkong, Hidroponik, Pomade Sarang Lebah, rumah pohon (ekowisata) Songkar, Kerajinan Pakis Ble dan Pompa Air di Krekeh, dan banyak lainnya.

“Berbeda dengan KKN sebelumnya, KKN PPM ini cukup unik. Kalian temukan keunikannya sendiri. Meski demikian, kami tidak membatasi kreativitas kalian dalam mengeluarkan ide karena KKN tempatnya berkreasi gila-gilaan,” tutupnya.

Terakhir Ia berpesan kepada mahasiswa peserta mewakili UTS untuk selalu menjaga diri, menjaga teman-temannya, menjaga nama baik kampus, dan mengingatkan kepada mahasiswa untuk ngoran, ngeyutube setiap kreasi yang dihadirkan dengan memublikasikan di media cetak dan youtube agar sepak terjang KKN UTS mudah dilacak dunia.

Sedangkan Wakil Rektor I UTS, Nurul Hudaningsih, menyampaikan untuk KKN ke-5 tersebut cukup spesial karena KKN saat ini merupakan hasil kompetensi dari dosen-dosen UTS di tingkat nasional. Semestinya KKN tersebut harus membanggakan mahasiswa sendiri karena merupakan bagian dari tugas besar yang dipercayakan oleh pemerintah.

“Kenapa teman-teman dari prodi berbeda diikutkan, supaya ada sinergitas, ada kolaborasi keilmuan yang bisa kita rasakan, bukan sekedar ucapan tenang sinergi dan kolaborasi. Tapi kita memberikan hasil nyata dan membuktikan bahwa keilmuan UTS saling bersinergi,” tutupnya.

Nurul (karibnya) juga mengimbau untuk bergelut di masyarakat sehingga dapat menampung masalah-masalah yang ada dan menemukan solusi terbaik terkait permasalah tersebut dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat selama KKN berlangsung. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dengan resmi KKN PPM UTS tahun 2018 saya lepas,” akhirnya disambut aplause dari peserta. Kegiatan pelepasan ditutup dengan penyerahan dana hibah secara simbolis dari ketua LPPM kepada DPL KKN.

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × two =