KKN PPM UTS Sukses Sulap Limbah Jagung Jadi Teh Celup, Jeli, Ensilasi, dan Briket



KKN-UTS-660x330Kades Orong Bawa Utan Nyatakan Puas dan Bermanfaat

Batu Alang, (03/06/2018)

Memanfaatkan limbah jagung pasca panen, Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menghadirkan peluang usaha melalui pengembangan usaha diversifikasi pengembangan olahan jagung sebagai produk olahan guna meningkatkan nilai tukar petani di Desa Orong Bawa Kecamatan Utan. Kegiatan ini didanai oleh skema pengabdian Kemenristek Dikti.

Mewakili masyarakat setempat, Kepala Desa Orong Bawa, Rosihan AR pada malam penarikan yang berlangsung di halaman kantor desa setempat menyampaikan kehadiran KKN PPM di desanya merupakan salah satu wujud kepedulian UTS terhadap peningkatan nilai ekonomis jagung. Ia berasalan, karena mayoritas warganya yang merupakan petani jagung dan padi dengan luas tanam mencapai 570 Ha, tentunya 4 program unggulan berupa produk teh celup dari bulu jagung, jeli dari sari bonggol jagung, ensilasi atau pengolahan silase tonggol jagung sebagai pakan ternak, dan Briket yang diinisiasi mahasiswa UTS tersebut selain bermanfaat juga memberikan masukan baru untuk petani jagung setempat. “Jika dilihat dari manfaat yang didapatkan oleh petani, 4 bentuk olahan yang dihadirkan oleh KKN PPM UTS ini merupakan bentuk olahan bermanfaat yang selama ini tidak disadari petani jagung. Petani juga tidak menyangka ampas jagung yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat bernilai ekonomis,” tuturnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan, Sabtu, (5/6)

Sebagai tindak lanjutnya, Ia mengatakan, hasil olahan dari kegiatan tersebut direncanakan akan dikelola langsung oleh desa melalui BUMDes Orong Bawa. Sebab untuk keberlanjutan pelaksanaan program, UTS diharapkan terus melakukan pendampingan dan training bagi pengembangan produk. Dengan demikian akan terjalin kerjasama yang berkesinambungan antara masyarakat dan perguruan tinggi, khususnya UTS. “Mudah-mudahan nanti, harapan saya, UTS dapat melakukan training peningkatan dalam kemasan dan pemasaran. Ini yang sangat kami harapkan supaya program yang telah dilaksanakan bisa berkelanjutan. Untuk peningkatan kapasitas pengelolaan di BUMDes sendiri akan kami minta untuk diberikan manajemen yang matang,” tutupnya.

Menanggapi harapan tersebut, Muhammad Iqbal, S.Sos mewakili Rektor UTS memastikan program yang berlangsung sejak 4 Mei tersebut akan berkelanjutan melalui pendampingan yang akan dilakukan oleh dosen dan mahasiswa dari UTS baik dari segi pengelolaan, pemasaran, hingga pelatihan terhadap BUMDes. Hal ini juga sejalan dengan tujuan program untuk membangun sinergi, kemitraan, dan kerjasama yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat petani jagung di Kabupaten Sumbawa.

Sanggo—akrab Ia disapa, menerangkan selain mampu menemukan solusi terbaik terhadap permasalahan di masyarakat, salah satu indikator kesuksesan program KKN yang dilaksanakan UTS, mahasiswa juga dituntut belajar bermasyarakat, berinteraksi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Untuk itu, Ia menyampaikan terima kasih atas penerimaan positif dan antusiasme seluruh elemen masyarakat Orong Bawa, sehingga program-program yang dilaksanakan dapat lebih bernilai dengan adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. “Kami atas nama UTS menyampaikan terima kasih karena masyaraakt sudah menyambutnya dengan baik, membimbing teman-teman mahasiswa selama berada di Orong Bawa. Semoga program yang sudah dirintis oleh mahasiswa dan dosen UTS bisa kita lanjutkan melalui BUMDes. Nanti akan ada pembinaan dari dosen dan mahasiswa kita. Sehingga program ini tidak berhenti begitu saja. Maka dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbilalamin, KKN PPM UTS secara resmi kami tarik,” tutup sosok seniman muda tersebut. (SR)

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − seventeen =