KKN UTS Labu Sangoro Ubah Ikan Buangan Jadi Cemilan



WhatsApp Image 2018-08-29 at 20.00.43BATU ALANG, (05/09/2018)

Inovasi dalam pengolahan produk kembali dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) Kelompok 20 di Labuan Sangoro, Kecamatan Maronge. Kamis, (23/8) lalu, kelompok tersebut resmi melakukan Launching produk Brobok Kripsi Sangoro (Brokis). Selain memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang dioptimalkan, produk tersebut juga diharapkan menjadi produk khas desa.

Kepala Desa Labuhan Sangoro Syamsuddin HN menyampaikan ikan Brobok sebenarnya merupakan komoditas yang cukup besar di Desa Labuhan Sangoro. Namun, karena memiliki nilai jual yang sangat rendah dipasaran sehingga ikan tersebut tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab itu, ia berterima kasih kepada mahasiswa KKN UTS yang berhasil merubah SDA yang tidak dimanfaatkan di desanya menjadi cemilan yang memiliki nilai ekonomis dan tambahan pemasukan bagi ibu- ibu rumah tangga.

Selain itu, hadirnya inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UTS, menurutnya, membuka pintu untuk menjadikan Brokis sebagai produk yang menjadi identitas desa Sangoro ke depannya. “Berkat ide dari mahasiswa KKN UTS, kini ikan brobok dapat kami jadikan produk unggulan desa Labuhan Sangoro,” ungkapnya saat diwawancarai.

WhatsApp Image 2018-08-29 at 20.00.43 (1)Dampak inovasi tersebut dirasakan langsung oleh Ros, salah satu pelaku usaha kecil. Ia mengungkapkan ikan Brobok merupakan ikan yang dibuang begitu saja oleh nelayan. Hal ini disebabkan karena ikan tersebut selain memiliki banyak sisik juga dari segi rasa yang tidak enak. “Ikan yang tadinya kita buang, sekarang bisa kita olah menjadi makanan yang enak dan banyak peminatnya,” ucapnya kepada mahasiswa KKN UTS saat kegiatan Launching dan Pemasaran Produk di Aula Kantor Desa Labuan Sangoro.

Bq Ayuning selaku Ketua KKN kelompok 20 menyampaikan Ikan brobok merupakan ikan kecil yang hampir tidak dikonsumsi oleh masyarakat desa Labuhan Sangoro. Ikan tersebut merupakan ikan yang jika tertangkap, masyarakat desa Labuhan Sangoro akan membuangnya karena menganggap ikan ini tidak memiliki harga. Mengatasi masalah tersebut, lanjutnya, memberikan sentuhan inovasi dengan menghadirkan Brokis.

“Selain sebagai cemilan, Brokis dapat juga dijadikan sebagai teman makan. Brokis sendiri merupakan produk berbahan utama ikan brobok kering yang digoreng setelah dicampurkan dengan bumbu-bumbu. Ini ditujukan untuk menjadi produk unggulan dan ciri khas dari Labuan Sangoro. Semoga ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan laju ekonomi masyarakat desa,” tuturnya.

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 20 =