MUDA DAN TAMPAN REKTOR UNIVERSITAS TEKNOLOGI SUMBAWA



Rektor UTS

DR. Andy Tirta, M.Sc (Rektor)

Berkulit putih bersih, selalu berbusana rapi dan trendi, saat berjalan langkahnya cepat dengan dada membusung tegak. Berpapasan dengannya, pasti melihat senyuman yang menggoda, dan mendengar sapaannya yang teduh. Ia juga ramah, bertutur santun dengan bahasa yang teratur.

Dialah Andy Tirta, lahir di Jakarta, 12 April 1985. Menyandang gelar doktor, saat ini ia menjabat sebagai rektor di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Di tangan akademisi muda berwajah tampan inilah biduk kendali kemajuan kampus yang terletak di kaki bukit Olat Maras, Kabupaten Sumbawa itu melaju.

Dipenghujung masa studi doktoralnya di Yeungnam University, South Korea dalam bidang Advanced Material Science and Engineering. Andy menerima telpon dari sahabat semasa kuliahnya di Universitas Indonesia, Dr. Zulkiflimansyah. Kemudian mengundangnya untuk datang ke Sumbawa, mengajaknya bersama-sama mengurus Universitas yang belum lama didirikan (UTS). Mendengar tawaran tersebut, seketika timbul dibenaknya tantangan, susahnya air, iklimnya yang panas. Pasalnya, Andy yang sebelumnya tidak pernah mengetahui keadaan Sumbawa.

Menerima tawaran sahabtnya, Februari 2016 lalu, Andy langsung membawa istri dan anaknya dari Jakarta untuk tinggal di Sumbawa. Atas dasar komitmen bersama, istrinya pun tidaklah keberatan.

Dengan penuh semangat, tuk merealisasikan moto hidupnya yang, “Hidup itu misterius, fokus sama urusan hari ini”, Andy yang masih terbilang muda itu, melalui hari-harinya di kampus dengan penuh gairah dan semangat hingga penobatannya sebagai rektor. Semangatnya tidaklah kendor, walau pangkatnya sebagai rektor. Malah dengan jabatan rektornya semakin menjadikan dirinya lebih bersemangat untuk melakukan segala hal yang harus ia lakukan. “Mumpung saya jadi rektor, saya akan lakukan sebaik-baiknya hal yang saya bisa, karena saya bisa dipecat kapanpun”, ucapnya dengan tegas saat ditemui diruang kerjanya.

Diawal pengangkatannya, Andy menceritakan dirinya pernah menyampaikan kepada jajarannya, bahwa UTS saat ini harus punya tiga hal. Yakni, kemandirian, kerja keras dan kolaborasi. Hal itu seiring dengan harapannya, bahwa UTS harus bisa menjadi sebuah kampus yang memberi solusi terhadap permasalahan lokal.

Sejak memangku jabatannya, rektor muda nan tampan tersebut telah mendapatkan goal atas usahanya, ia telah berhasil menjadikan Sistem yang terkontrol, dekan yang bekerja sesuai porsinya, pendaftaran mahasiswa baru lebih dari 1.600, serta tim pengawas yang mampu mengurus masalah terkait dosen dan staf kampus. Bila ditilik 3 tahun lalu, capaiannya saat ini merupakan kebalikan dari kondisi sebelum dirinya.

Dengan kondisi UTS hari ini yang masih menuai nilai akreditasi baik (C), sehingga mendorong semangatnya untuk fokus pada peningkatan mutu, guna mencapai target akreditasi kampus menuju sangat baik (B). “Jadi kita tetap berfokus pada peningkatan mutu, targetnya tahun depan bulan januari kita ada reakreditasi dan tahun 2020 bulan juni ada reakreditasi institusi”, katanya dengan penuh semangat. (Her)

Humas & Protokoler

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *