Rencana Strategis


Renstra

Renstra 2

A. STRATEGI DASAR

Melakukan konsolidasi internal melalui Rapat Kerja yang dilakukan setiap tahun untuk  mensosialiasikan kebijakan dan peraturan secara intensif serta konsistensi dalam implementasi

  1. Memberdayakan perwakilan dari setiap program studi dalam proses penjaminan kurikulum dan mutu pendidikan
  2. Membentuk dan mengoptimalkan peran dari pusat riset/research center/center of excellent
  3. Memfasilitasi kerjasama dalam skala regional dan nasional

B. STRATEGI PENCAPAIAN

  1. Satu tahun pertama (akhir 2016), tahap penguatan manajemen dan sistem tata kelola UTS
  2. Satu tahun kedua (2017), pencapaian standar mutu internal yang merujuk kepada Standar Akreditasi Nasional dan meningkatnya produktivitas dan kinerja dari Center of Excellent.
  3. Satu tahun ketiga (2018), pengokohan kemandirian finansial berbasis kepada produk riset, kerjasama; terwujudnya pengelolaan keuangan fakultas yang mandiri dan otonom.
  4. Satu tahun keempat (2019), berkembanganya program pasca Sarjana UTS, evaluasi dan pembuatan blue-print perencanaan dan pengembangan UTS

C. PROGRAM DAN STRATEGI PENCAPAIAN SASARAN

Untuk mencapai keberhasilan dalam menjalankan Visi dan Misi di atas, dibutuhkan beberapa perangkat pendukung untuk menjalankannya melalui rencana strategis yang akan menjadi kunci pelaksanaan teknis dari keseluruhan proses. Rencana strategis di antaranya :

1. Membagi setiap Misi yang ada kepada Satu orang Wakil Rektor

  1. Dengan empat misi yang ada, penurunan kepada satu orang Wakil Rektor maka penyesuaian komposisi adalah sbb:
  2. Misi ‘Peningkatan kualitas akademik dan iklim penelitian civitas UTS’, akan diemban oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Riset (selanjutnya disebut WaRek I, Ibu Nurul Hudaningsih).
  3. Misi ‘Meningkatkan kenyamanan, ketertiban administrasi dan manajemen pelayanan UTS’, akan diemban oleh Wakil Rektor bidang Keuangan, Administrasi Umum dan Perencanaan (Selanjutnya disebut WaRek II, Bpk. Sudrajat Martadinata)
  4. Misi ‘Menjadikan kerja keras, kemandirian dan kolaborasi sebagai basis dalam pembangunan karakter civitas akademika UTS’ akan diemban oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan SDM (selanjutnya disebut sebagai Warek III, Bpk Win Ariga)
  5. Misi, ‘Meningkatkan kerjasama dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, budaya, riset serta inovasi berbasis permasalahan lokal, melalui solusi ilmiah, kolaborasi multi keilmuan, efektif dan efisien dalam aplikasi’ akan diemban oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Pengabdian Masyarakat (selanjutnya disebut sebagai Warek IV, Bpk M. Iqbal)

2. Untuk meningkatan kualitas akademik dan iklim penelitian civitas UTS, dapat dilakukan melalui :

  1. Peningkatan standar perkuliahan dengan merujuk kepada poin penilaian akreditasi universitas. Ujian masuk berstandar dan program matrikulasi di awal semester
  2. Penambahan jumlah Dosen minimal Strata 2.
  3. Program Bahasa inggris terpadu melalui English Zone, Kursus Gratis Bahasa Inggris, Tips dan Trik Ujian IELTS.
  4. Peningkatan minat baca para siswa melalui : 3 buku umum dalam 1 semester.
  5. Sosialisasi UTS ke pihak sekolah menengah dan para siswa melalui kompetisi, tulisan menginspirasi, Campus Tour, dan Diskusi Panel yang rutin diadakan.
  6. Mengundang best talents untuk menjadi pengajar tetap, Dosen jarak jauh/Dosen terbang (visiting dalam waktu terbatas).
  7. Lab terpadu
  8. Pelibatan seluruh civitas dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengajaran dan pendidikan di lingkungan UTS melalui konsep continuous improvement (peningkatan berkelanjutan).

3. Untuk “Meningkatkan kenyamanan, ketertiban administrasi dan manajemen pelayanan UTS”, dapat dilakukan melalui :

  1. Pembayaran BPJS kepada seluruh karyawan
  2. Pemberian Potongan masuk institusi yang terkait dengan Yayasan DEA MAS sebesar 75% untuk keluarga Civitas Akademika UTS.
  3. Remunerasi pendapatan Staff Akademik dan non-Akademik berdasarkan: Tingkat Studi, Lama Bekerja, Keahlian dan Prestasi.
  4. Dibentuknya ruang santai pegawai, sarana olahraga dan kamar mandi yang bersih.
  5. Insentif Dosen/Pegawai yang menulis pada Jurnal Ilmiah, Surat Kabar Daerah-Nasional, menjadi Pembicara dalam Seminar serta Lolos dalam lomba/hibah penelitian ilmiah.
  6. Rekreasi bersama
  7. Pemanfaatan lahan, fasilitas, SDM dan keilmuan yang dimiliki untuk menjadi sumber pendanaan tambahan Universitas.

4. Untuk “menjadikan kerja keras, kemandirian dan kolaborasi sebagai basis dalam pembangunan karakter civitas akademika UTS”, dapat dilakukan melalui :

  1. Terwujudnya sistem pembinaan mahasiswa, staf akademik dan staf non-akademik yang berorientasi pada pengembangan potensi diri dengan menanamkan nilai religious, kerja keras, kolaborasi, dan kemandirian sebagai pilar-pilar penguatannya.
  2. Terbentuknya sistem tata kelola organisasi kemahasiswaan di lingkungan UTS
  3. Terciptanya budaya intelektualitas (baca, diskusi dan menulis) yang konsisten
  4. Meningkatnya prestasi civitas UTS baik di tingkat lokal, nasional dan internasional
  5. Meningkatnya budaya berwirausaha di lingkungan civitas UTS
  6. Terwujudnya lulusan yang memiliki daya saing baik di tingkatan nasional maupun internasional
  7. Peningkatan kemampuan personal seperti: manajerial, Bahasa Inggris, sertifikasi keahlian dlsb.

5. Untuk “Meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, budaya, riset serta inovasi berbasis permasalahan lokal, melalui solusi ilmiah, kolaborasi multi keilmuan, efektif dan efisien dalam aplikasi”, dapat dilakukan melalui:

  1. Menjalin komunikasi, kerjasama, program pemberdayaan dan pengabdian masyarakat di Sumbawa.
  2. Kolaborasi-kerjasama riset dengan Universitas baik di dalam maupun luar negeri, pihak swasta, institusi riset, dinas terkait, Pemerintah Daerah – Pusat.
  3. Pemberian modal awal bagi setiap program studi dan fakultas untuk membuat center of excellence sebagai wujud dukungan dalam riset dan pengabdian masyarakat.

Secara umum, Tata Kelola kampus akan merujuk kepada panduan yang diberikan oleh DIKTI melalui program akreditasi intitusi, yang berisi a.l :

6. Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian :

  1. Visi dikembangkan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang baik dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
  2. Pengembangan visi dan misi melalui mekanisme yang akuntabel.
  3. Menetapkan tonggak-tonggak capaian (milestones) tujuan dalam rencana strategis.
  4. Sosialisasi visi dan misi dilaksanakan secara berkala kepada pemangku kepentingan.
  5. Visi dan misi dijadikan rambu-rambu, panduan, dan pedoman bagi semua pemangku kepentingan internal serta dijadikan acuan untuk mengembangkan Renstra, keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, ketercapaian tujuan melalui strategi-strategi yang dikembangkan.

7. Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu :

  1. Memiliki tata pamong yang memungkinkan terlaksananya secara konsisten prinsip-prinsip tata pamong, terutama yang terkait dengan pelaku tata pamong (aktor)  dan sistem ketatapamongan yang baik (kelembagaan, instrumen, perangkat pendukung, kebijakan dan peraturan, serta kode etik).
  2. Struktur organisasi yang lengkap dan efektif sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan dan pengembangan yang bermutu.
  3. Kelembagaan kode etik.
  4. Karakteristik kepemimpinan yang efektif.
  5. Partisipasi pemangku kepentingan dalam menyusun rencana strategis (renstra).
  6. Sosialisasi renstra secara efektif dan intensif.
  7. Pelaksanaan renstra dalam bentuk program yang terintegrasi.
  8. Prosedur perencanaan dan implementasi kebijakan.
  9. Program peningkatan kompetensi manajerial untuk menjamin proses pengelolaan yang efektif dan efisien di setiap unit.
  10. Diseminasi hasil kerja sebagai akuntabilitas publik.
  11. Sistem audit internal yang efektif, menggunakan kriteria dan instrumen untuk mengukur kinerja setiap unit.
  12. Keberadaan manual mutu.
  13. Implementasi penjaminan mutu.
  14. Monitoring dan evaluasi hasil penjaminan mutu minimal di bidang pendidikan, penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, aset, sarana prasarana, keuangan, manajemen.
  15. Data dan informasi mutakhir tentang peringkat dan masa berlaku akreditasi program studi.
  16. Jumlah program studi Sarjana dengan peringkat akreditasi yang masih berlaku.

8. Mahasiswa dan lulusan

  1. Sistem penerimaan (rekrutmen dan seleksi) mahasiswa baru disusun secara lengkap dan dilaksanakan secara konsisten.
  2. Sistem penerimaan mahasiswa baru mampu menjamin mutu, ekuitas, aksesibilitas secara efektif.
  3. Rasio calon mahasiswa yang melamar dibanding calon mahasiswa yang diterima.
  4. Daya tarik secara nasional, berupa penyebaran mahasiswa yg berasal dari berbagai provinsi (penerapan prinsip pemerataan daerah asal mahasiswa).
  5. Pedoman seleksi calon mahasiswa baru disusun secara lengkap.
  6. Sistem untuk memberikan peluang dan menerima mahasiswa dari golongan tidak mampu dan cacat fisik.
  7. Akses dan layanan kepada mahasiswa untuk membina dan mengembangkan penalaran, minat dan bakat, kesejahteraan, bimbingan karir.
  8. Pemanfaatan unit-unit layanan yang disediakan oleh secara efektif.
  9. Program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan.
  10. Pelaksanaan program layanan bimbingan karir dan informasi kerja bagi mahasiswa dan lulusan, serta hasilnya.
  11. Peningkatan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan dalam bidang minat dan bakat pada tingkat lokal/ nasional/internasional.
  12. Peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah dan dalam bidang minat dan bakat pada tingkat lokal/nasional/internasional.
  13. Keberadaan kode etik mahasiswa.
  14. Sosialisasi kode etik mahasiswa.
  15. Penerapan kode etik mahasiswa dan hasilnya.
  16. Pemilikan instrumen survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kemahasiswaan.
  17. Pelaksanaan survei kepuasan mahasiswa terhadap layanan kegiatan kemahasiswaan.
  18. Sistem dokumentasi hasil pelacakan dan evaluasi lulusan.
  19. Mekanisme yang menjamin evaluasi hasil pelacakan lulusan digunakan sebagai umpan balik bagi institusi dalam menentukan kebijakan akademik.

9. Sumber daya manusia

  1. Sistem pengelolaan sumber daya manusia yang lengkap.
  2. Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dosen dan kinerja tenaga kependidikan.
  3. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dosen dan kinerja tenaga kependidikan.
  4. Jumlah dosen tetap.
  5. Pendidikan dosen tetap.
  6. Dosen tetap dengan jabatan guru besar di universitas, institut dan sekolah tinggi, dan lektor kepala untuk politeknik dan akademi, jumlah lektor kepala.
  7. Jumlah dosen yang mengikuti tugas belajar.
  8. Jumlah dosen tidak tetap.
  9. Jumlah dan kualifikasi tenaga kependidikan (pustakawan, laboran, teknisi, operator, programmer, administrasi, dll).
  10. Sertifikat kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.
  11. Upaya peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan.
  12. Instrumen survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia
  13. Pelaksanaan survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia.
  14. Pemanfaatan hasil survei kepuasan dosen dan tenaga kependidikan terhadap sistem pengelolaan sumber daya manusia.

10. Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik

  1. Kebijakan pengembangan kurikulum yang lengkap.
  2. Monitoring dan evaluasi pengembangan kurikulum program studi.
  3. Unit pengkajian dan pengembangan sistem dan mutu pembelajaran mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, bereksplorasi, berekspresi, bereksperimen dengan memanfaatkan aneka sumber yang hasilnya dimanfaatkan oleh institusi.
  4. Penjaminan mutu proses pembelajaran.
  5. Pedoman pelaksanaan tridarma yang digunakan sebagai acuan bagi perencanaan dan pelaksanaan program tridarma unit di bawahnya, menjamin keselarasan visi dan misi dengan program pencapaiannya.
  6. Jaminan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
  7. Sistem pengembangan suasana akademik yang kondusif bagi pembelajar untuk meraih prestasi akademik yang maksimal

11. Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi

  1. Proses pengelolaan dana institusi
  2. Mekanisme penetapan biaya pendidikan (SPP dan biaya lainnya) serta pihak-pihak yang berperan dalam penetapan tersebut.
  3. Kebijakan pembiayaan mahasiswa yang berpotensi secara akademi dan kurang mampu secara ekonomi.
  4. Realisasi penerimaan dana dari berbagai sumber.
  5. Penggunaan dana untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta investasi prasarana, sarana, dan sumber daya manusia.
  6. Dana kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari berbagai sumber.
  7. Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal.
  8. Audit keuangan yang transparan dan dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan.
  9. Sistem pengelolaan saraana dan prasarana.
  10. Lokasi, status, penggunaan, dan luas lahan yang digunakan untuk kegiatan.
  11. Data prasarana (kantor, ruang kelas, laboratorium, dan studio, dll).
  12. Bahan pustaka yang digunakan dalam proses pembelajaran.
  13. Penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran tingkat terpusat untuk mendukung interaksi akademik antara mahasiswa, dosen, pakar, dan nara sumber lainnya dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran.
  14. Sistem informasi dan fasilitas yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, administrasi (akademik, keuangan, dan personel), dan pengelolaan saraana dan prasarana, serta komunikasi internal dan eksternal kampus.
  15. Sistem pendukung pengambilan keputusan (decision support system) yang lengkap, efektif, dan obyektif.
  16. Memiliki kapasitas internet dengan rasio bandwidth per mahasiswa yang memadai.
  17. Aksesibilitas data.
  18. Blue print yang jelas tentang pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi yang lengkap.

12. Penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama

  1. Kebijakan dan sistem pengelolaan penelitian yang lengkap dan  dikembangkan serta dipublikasikan oleh institusi.
  2. Jumlah dan judul penelitian yang dilakukan oleh dosen tetap.
  3. Judul artikel ilmiah/karya ilmiah/ karya seni/buku yang dihasilkan oleh dosen tetap.
  4. Jumlah artikel ilmiah yang tercatat dalam sitasi internasional.
  5. Karya dosen atau mahasiswa yang telah memperoleh Paten/HaKI/karya yang mendapat penghargaan tingkat nasional/internasional.
  6. Kebijakan dan upaya yang dilakukan institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu  penelitian.
  7. Kebijakan dan sistem pengelolaan PkM.
  8. Jumlah kegiatan PkM berdasarkan sumber pembiayaan.
  9. Kebijakan dan upaya yang dilakukan institusi dalam menjamin keberlanjutan dan mutu PkM.
  10. Kebijakan dan upaya kerjasama.
  11. Instansi dalam dan luar negeri yang menjalin kerjasama.
  12. Proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil kerjasama serta waktu pelaksanaannya.
  13. Manfaat kerjasama dan kepuasan mitra kerjasama.

Rencana Pengembangan UTS

Kuliah di UTS

Share This: