“UTS : Memaknai Sumpah Pemuda, Bangkitkan Gerakan Wanita Kreatif Indonesia Timur bersama UNESCO”

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indoneseia”

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia”

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku menjujung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”

28 Oktober 1928 lalu, tiga sumpah disuarakan oleh pemuda pemudi Indonesia. Sumpah pemuda dimaknai sebagai janji persatuan bangsa Indonesia dari keberagaman yang ada, ‘Bineka Tunggal Ika’. Dari tahun ke tahun sumpah pemuda dimaknai berbeda dalam setiap perayaannya. Tahun 2016, dimana era digital mulai hadir di tengah masyarakat Indonesia, Hari Sumpah Pemuda di dirayakan dengan berbagai acara yang kreatif dan inovatif oleh pemuda-pemuda Indonesia. Begitu pula Pemuda-pemudi dari  Fakultas Teknologi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa berkerjasama dengan UNESCO, Kementerian Ekonomi RI, dan Code4nation (Code four Nation) yang telah sukses menggelar kegiatan kepemudaan yang berjudul “Women Digital Enterpreneurship” . Kegiatan seminar dan workshop yang berfokus pada membangun keterampilan wanita muda di Indonesia melalui pelatihan kewirausahaan dan aplikasi digital ini berlangsung dari tanggal 28-31 Oktober 2016 di dua venue yaitu Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa dan Aula lantai 3 Gedung Bupati Kabupaten Sumbawa.

img_0498

Kegiatan seminar dan workhop tersebut diikuti oleh mahasiswi-mahasiswa universitas di Kabupaten Sumbawa dan siswi-siswi SMK. Selain dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, tujuan dari diadakannya kegaiatn ini meningkatkan pemberdayaan kaum hawa khususnya pemudi yang berada di wilayah Indonesia Timur agar tertarik menjadi wirausahawati yang berbasis digital. Nur Hidayat Setia Budi, S.Kom, selaku ketua panitia kegitan ini mengaku bahwa kegitan meningkatkan pemberdayaan wanita ini penting, sebab, menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) persaingan antar individu akan semakin tinggi, dan kualitas SDM yang dibutuhkanpun sangat menjadi pertimbangan.

UNESCO yang menjadi pendukung dari kegiatan ini juga tidak serta merta memilih UTS sebagai local patner  untuk menyelenggarakan kegaiatan Women Digitan Enterpreneurship ini. UNESCO mengaku telah mengamati beberapa kegiatan yang telah sukses diselenggarakan oleh UTS diantaranya adalah Development Mengajar, dan Hack a Town. Selain itu, UNESCO menilai bahwa UTS sebagai satu-satunya kamus teknologi pertama di Indonesia Timur memiliki potensi yang besar untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda, khususnya kaum wanita yang bergerak di bidang teknologi informasi.

img_0499

Pembicara dan pemateri yang dihadirkan dalam ‘Women Digital Enterpreneurship’  tersebut adalah orang-orang yang telah ahli di bidang kewirausahaan khususnya kaum wanita. Seperti Marina Kusumardani, entrepreneur muda dan berbakat lulusan ITB dan kampus Eropa untuk pendidikan masternya itu berfokus pada kegiatan social dan pembelaan gender (wanita); Sofian Wijaya, salah satu programmer handal yang dimiliki Indonesia yang juga merupakan pioneer ‘hack a town’ ke 1, 2, dan 3. Dari UTS sendiri, Doni Tri Wardana, ST, salah satu Dosen Fakultas Teknologi Informatikja, dan Dr. Annawati, salah satu peneliti wanita terbaik Indonesia Timur.

img_0497

Antusiasme peserta pelatihan nampak pada hari pertama hingga penutupan di Aula lantai 3 Kantor Bupati. Pada hari peserta pelatihan yang berjumlah 50 orang (wanita) mendapaktkan materi pengarahan secara umum seperti apa wirausha itu di era digital begitu pula tips dan trik yang dapat dilakukan apabila kita terjun lanjung sebagai entrepreneur muda. Selain itu, pada hari-hari berikutnya peserta pelatihan dikenalkan beberapa aplikasi digital yang sangat memungkinkan untuk mendukung aktivitas kewiraushaan mereka nantinya.  Para pemateri dan beberapa panitia juga turut serta membantu memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan dalam menentukan aplikasi digital yang cocok untuk bidang bisnis yang akan ditekuninya. Sedikit komentar dari Marina, “ saya sangat bangga, teman-teman yang ikut dalam pelatihan ini menunjukan progress, bahkan dalam tempo sehari mereka sudah bisa membuat aplikasi website yang apik.” (ND/N/Humas Universitas Teknologi Sumbawa)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin