UTS Hadirkan Pusat Pengembangan Karir Pertama

21751844_888541024631720_3690548875265660425_n

111 Peserta Pelatihan Career Center Development (CDC)

Batu Alang, (23/09/2017)

Tingginya tingkat pengangguran terdidik yang disumbangkan perguruan tinggi di Indonesia, menginisiasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) meluncurkan Career Development Center (CDC) sebagai pusat pengembangan karir pertama dengan cakupan regional Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pusat pengembangan karir yang diluncurkan pada 20-21 September 2017 di Aula UTS tersebut, berdedikasi menjadi partner terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tujuan khusus yang akan dilakukan CDC akan menjembatani antara perusahaan atau institusi dengan perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa dan NTB sebagai produsen tenaga kerja. Hal ini dipandang perlu dilakukan mengingat tingkat pengangguran selalu meningkat karena tidak adanya jembatan antara kedua pihak.

Rektor UTS Dr. Andy Tirta, M.Sc. yang membuka peresmian CDC tersebut, meresa yakin dengan terobosan-terobosan yang dihadirkan UTS untuk negeri saat ini. Dalam sambutannya, Rektor lulusan Korea tersebut optimis jika kehadiran lembaga naungan UTS itu, mampu mengarahkan lulusan memiliki integritas dan dedikasi terhadap diri sendiri.

“Jadilah orang yang memiliki integritas, apa pun yang kita lakukan jika kita punya integritas maka kita akan jauh lebih bernilai.” tuturnya kepada 111 peserta yang hadir.

21618044_888541081298381_246667676832309158_nPada peluncuran careerpedia.uts.ac.id tersebut, Jhaihan Farah Nabila selaku Chief Executive Officer (CEO) CDC  mengungkapkan berawal dari data jika beberapa universitas meluluskan belasan ribu pengangguran terdidik setiap tahunnya, seyogyanya juga dibarengi dengan solusi akan dikemanakan setiap lulusannya.

“Kita terus-terusan membentuk tenaga kerja terdidik, namun perusahaan itu sendiri membutuhkan tenaga terlatih. Makanya, pusat pengembangan karier itu sangat dibutuhkan universitas.” ungkapnya.

Kehadiran CDC pertama ini, lanjutnya, akan menjadi wadah dan pintu utama untuk mahasiswa UTS dan masyarakat area NTB sebagai persiapan diri menjadi tenaga kerja terlatih dan professional. Alasan itu juga didukung dengan program center of excellence yang digawangi tiap fakultas di UTS sehingga, UTS akan memiliki pusat pengembangan karir berbasis riset yang akan dikelompokkan menjadi 3 generasi yakni millennial, X, dan Z.

Karena selama ini belum ada pasar CDC di NTB, selain menjadi jembatan antara user dan perguruan tinggi, CDC nantinya akan berperan  menjadi pusat informasi, karir, dan pelatihan dalam memudahkan masyarakat, employeed, jobs seeker, dan perusahaan mendapatkan akses informasi kebutuhan masing-masing.

Jangka panjang yang diharapkan dengan terbentuknya CDC, nantinya, mampu menciptakan entrepreneur berbasis teknologi. Sehingga, kemajuan teknologi saat ini dapat dimaksimalkan dan pengelolaan SDA dapat dikembangkan seutuhnya. Sedangkan jangka pendeknya menghadirkan lulusan-lulusan yang tidak hanya terdidik tetapi juga terlatih.

Peluncuran yang berlangsung dua hari tersebut, dirangkaikan dengan pelatihan 6 soft competition dasar yang harus dimiliki calon wisudawan yakni networking, interview, selfing carieer, professional grooming, linked, dan resume. Semua kebutuhan tersebut menjadi dasar penting yang akan dibutuhkan untuk menjadi pekerja professional.

“Kami jaminkan dari alumni UTS tidak mengganggur. Karena kita punya formulating strategi yang terintegrasi. Kita buatkan juga training yang outputnya mereka akan menerima raport. Nah! Dari raport tersebut akan kita buat peta tenaga kerja yang ada di UTS.” tungkas cewe murah senyum itu. (a/n).

humas.pr.uts@gmail.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin