Tim Mahasiswa FTB UTS Lolos 45 Besar Project Sains Pertamina Tingkat ASEAN

Mahasiswa Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Teknologi Sumbawa masuk dalam 45 finalis Proyek Sains proposal dalam Pertamina Olimpiade Sains 2016 tingkat ASEAN dengan tema “Energi Baru dan Terbarukan”. UTS menempati posisi ke empat dalam pengumuman yang dilansir oleh website pertamina www.osnpertamina.com, Selasa, 11 Oktober 2016 kemarin. Sains project dengan judul “Green Electricity from Wetland Plants”  tersebut  diketuai oleh Indah Nurulita dengan 2 orang anggotanya yaitu, Adelia Elviantari  dan Yulianti dan dibimbing langsung oleh Dekan Fakultas Teknobiologi UTS, Andi Baso Maruntungi, M.Si. dan Dosen Fakultas Teknologi Pertambangan, Amirin Kusmiran, M.Sc. sebagai dosen pembimbing yang berfokus pada biokimia dan fisika dalam project ini.  Alasan mereka mengangkat green electricity from wetland plants  dilatarbelakai oleh pemafaatan sains mikroba atau tanaman-tanaman di lahan basa untuk menghasilkan bahan bakar seperti green electricity.

Green electricity yang dimanfaatkan oleh Indah dan tim ini berasal dari rumput teki yang tumbuh liar di tanah-tanah basah di Sumbawa. Sistematis listrik tersebut dihasilkan yaitu dari timbunan karbohidrat yang berada diakar rumput yang merupakan sisa dari proses fotosintesis. Timbunan karbohidrat tersebut nantinya akan menjadi makanan bakteri simbiosis yang hidup di akar tanaman tersebut sehingga menghasilkan electron. Dari elektron-elektron inilah nantinya akan dimanfaatkan menjadi system aliran listrik. Sedikit gambaran dari Indah, mengenai system listrik ini yaitu  akan ditanam rumput-rumput yang banyak di sebuah pot-pot kecil. Karena electron yang dihasilkan ini tergantung pada jenis tumbuhan apa yang digunakan, maka Indah mensiasati dengan memperbanyak jumlah rumput dalam satu pot kecil, dan  electron yang dihasilkanpun akan banyak pula. Indah juga menambahkan bahwa aplikasi dari project ini akan digunaklan untuk lampu tidur. Jadi orang-orang tidak lagi memerlukan lampu yang derdaya listrik besar sebagai lampu tidur. Hanya perlu menyediakan pot dengan tanaman rumput teki dan system green   electricity. Selain itu indah juga menjelaskan bahwa harapannya dari prototype yang mereka buat nantika dapat diaplikasikan sebagai sumber energy alternative di kawasan-kawasan terpencil yang membutuhkan.

Project green electricity ini pernah mengikuti perlombaan yang sama pada tahun sebelumnya. Namun sayangnya, pada tahun 2015 lalu, project tersebut belum berhasil pada tahap proposal. Project tahun 2015 lalu, Indah dan tim menggunakan tanaman bakau sebagi sumber energy electron. Dari pengalaman dan persiapan yang panjang, akhirnya project green electricity milik indah dan tim  lolos pada tahap 45 besar finalis proposal dengan mengganti tanaman bakau dengan rumput teki. Persiapan kematangan proect dilakukan oleh Indah dan tim dalam waktu 1 hingga 2 bulan dengan melibatkan mahasiswa-mahasiwa baru FTB sekitar 10-15 orang untuk terlibat dalam ekspedisi lapangan.

Indah dan Tim akan melawati tahap-tahap berikutnya untuk dapat memamerkan prototype project-nya di acara puncak pameran Pertamina Olimpiade Sains, bersama 15 finalis lainnya di Jakarta mendatang. Setalah lolos pada tahap proposal project, Indah dan tim akan melaksanakan tes wawancara dan presentasi proposal project melalui video conference yang diagendakan pada tanggal 17-18 Oktober 2016 mendatang. Indah juga menambahkan bahwa dari lolosnya tim mereka di 45 besar tingkat ASEAN ini, akan menjadi motivasi yang besar bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk dapat berprestasi dan mengembangkan serta memanfaatkan sumberdaya alam disekitar menjadi sebuah project sains yang bermanfaat.

Oleh : Novian Dede Prakoso

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin