Peringati Hari Kesehatan Mental Se-Dunia 2016, Psikologi UTS Gelar Talkshow Untuk Siswa

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental se-Dunia tahun 2016 yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2016 lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi, dan Himpunan Mahasiswa Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa menggelar serangkaian acara kegiatan yang mengacu pada tema besar Hari Kesehatan Mental se-Dunia dari WHO, yaitu “Psicological First Aid”. Rangakai acara tersebut dimulai dari 14 Oktober 2015 dengan kegiatan  “Jumat Sehat – Brain Gym and Relaxation” di Lapangan UTS,  talkshow dan Sumbwa Sehat – Donor Darah  pada Sabtu, 15 Oktober 2016 bertempat di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa. Kegiatan taklshow dengan tajuk “Membangun Kepedulian Remaja Terhadap Kondisi Psikososial” ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Fakultas Psikologi UTS terhadap kekurang tahuan  remaja akan kesehatan mental di Sumbawa khususnya audience atau perserta talkshow yang didominasi oleh siswa/i SMP dan SMA sederajat. Kegitan talkshow tersebut menghadirkan beberapa narasumber atau pemateri diantaranya adalah : Yossy Eliana, M.Psi – Dekan Fakultas Psikologi UTS, Sallahudin Mukhtar, MA – Kepala Seksi dan Kurikulum Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa, Ikhsan Imanuddin – Ketua KNPI Sumbawa, dan Arian – Sekejen KNPI Sumbawa.

Selain dua orang pemateri (Yossy Eliana, M.Psi, dan Sallahudin Mukhtar, MA) yang memang fokus di penanganan mental dan remaja, penitia penyelenggara talkshow ini juga turut mengundang 2 orang pembicara lainnya dari Komite Naional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbawa. Alasan memilih perwakilan dari KNPI Sumbawa sebagai pembicara adalah guna mempersiapkan cikal bakal pemuda Sumbawa yang baik dengan pembinaan yang terarah pada masa remajanya.

Kegiatan talkshow yang diketuai oleh Surya Wanoko ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan membangun rasa kepedulian anak dan remaja secara khusus dan masyarakat secara umum terhadap kesehatan mental dan orang-orang gangguan mental di lingkungan sekitar kita. Tidak hanya pada remaja, dalam talkshow tersebut juga hadir beberapa pelaku dunia pendidikan remaja seperti perwakilan kepala sekolah dan guru SMP dan SMA. Kehadiran para pendidik tersebut sebagai sarana upaya untuk membentuk interaksi langsung antara siswa dan pendidik dalam penanganan mental remaja yang seringkali luput dari pengelihatan indrawi, sehingga guru maupun kepala sekolah nantinya diharapkan akan mampu berkontribusi dalam penanganan permasalahan remaja melalui program konseling.

Talkshow ini merupakan langkah awal dari Fakultas Psikologi UTS untuk memplokamirkan program yang telah direncanakannya untuk remaja di Sumbawa, yaitu “Konseling Sebaya”. Dari kegiatan ini nantinya akan ada kegiatan-kegiatan lainnya dimana Fakultas Psikologi UTS melaksanakan roadshow ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa untuk membentuk konseling sebaya tersebut. Seperti yang diutarakan oleh Surya Wanoko “remaja lebih nyaman apabila menceritakan masalah pribadinya kepada teman sebayanya,  itulah yang melatar belakangi program konseling sebaya ini untuk cepat di laksanakan”. Selain itu, ketidak pahaman remaja akan pentingnya sebuah konseling membuat remaja-remaja saat ini sukar untuk didekati, terlebih dengan hadirnya istilah popular seperti “KEPO” (knowing every particular object),  yang semakin mempersulit remaja untuk mau terbuka terhadap masalahnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin