UTS Bersama Sumber Alam Desa Batu Dulang Kolaborasi Benih Proses Produksi Minyak Kemiri

11Pada hari rabu, 14 Agustus 2019 telah diadakan sebuah kegiatan Pelatihan dan Workshop Penerapan Teknologi Pemisahan Minyak Kemiri bertempat di Kantor Desa Batu Dulang, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa. Program tersebut mendapatkan bantuan dana hibah dari Kementerian Ristek Diki pada program Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana yang berasal dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dengan susunan ketua atas nama: Emsal Yanuar ; Anggota : Sudrajat Martadinata dan Wirya Sarwana. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa atas nama Kiki Firanita, Ihsanul Huda, Indah Nurulita dan Amira Fitriani.

Kegiatan pelatihan dan workshop ini dilakukan setelah melalui serangkaian tahapan meliputi survei dan identifikasi permasalahan, sosialisasi mengenai kegiatan pengabdian, hingga tahap pelaksanaan. Pelatihan dan workshop ini bertujuan untuk meningkat kemampuan mitra dalam menggunakan dan menerapkan teknologi-teknologi  dalam proses produksi minyak kemiri. Pelatihan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan mengenai manajemen usaha dan penentuan harga pokok produksi yang disampaikan oleh tim pemateri, yaitu Nova Aditya Ananda, Diah Intan Saputri dan Fahlia selaku dosen di Universitas Teknologi Sumbawa. Pelatihan manajemen usaha bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra dalam menjalankan usaha produksi minyak agar memiliki sistem manajemen yang lebih baik.

Serangkaian kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh potensi Desa Batu Dulang dalam memproduksi minyak kemiri, dibuktikan dengan distribusi pemasaran minyak kemiri ditingkat regional maupun nasional. Desa Batu Dulang merupakan  desa yang terletak sekitar 27 km dari pusat Kota Sumbawa dengan segala nuansa alam yang dimilikinya mampu menjadikannya desa penghasil minyak kemiri di NTB. Menurut pak Sahabuddin (Ahong) selaku ketua  kelompok usaha bersama (KUB) Sumber Alam yang bergerak dibidang tersebut menyatakan kendalanya dalam memenuhi permintaan pasar dan waktu pemisahan minyak kemiri yang lama. Tingginya  permintaan pasar yang tidak sebanding dengan waktu produksi menyebabkan ketidakmampuan produsen untuk dapat memenuhi seluruh permintaan konsumennya. Lamanya waktu produksi dengan kualitas minyak kemiri yang masih rendah  dan tingginya permintaan konsumen mampu menghambat perkembangan usaha secara signifikan dibandingkan dengan besarnya peluang yang dimiliki.

22Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) berusaha untuk membantu dan mengatasi permasalahan tersebut. UTS bekerja sama dengan mitra mengatasi permasalahan tersebut melalui konsep pemberdayaan masyarakat dalam melakukan proses pemisahan dan pemurnian minyak kemiri. Upaya yang dilakukan yaitu melalui penerapan teknologi pengeringan, pemisahan dan pemurnian kemiri. Penerapan teknologi ini berupa penggunaan solar drier dalam proses mengeringkan biji kemiri, proses penyaringan menggunakan Vakum Buchner, proses
pemisahan minyak menggunakan corong pisah. Selain itu, guna menjamin dan meningkatkan mutu kualitas minyak kemiri yang dihasilkan, maka akan dilakukan pula pengujian komposisi, kandungan asam lemak bebas, bilangan penyabunan, densitas dan viskositas, serta karakterisasi minyak kemiri.

Melalui kegiatan pengabdian ini mendapatkan antusias dan respon positif dari masyarakat setempat, khususnya para pelaku usaha. Sahabuddin selaku Ketua KUB Sumber Alam menyatakan sangat berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang tentunya mampu membawa perubahan besar dalam menjalankan usahanya. Selain itu, beliau turut menyatakan  berusaha melakukan tindak lanjut dalam upaya memperbanyak alat-alat produksi melalui pemerintah setempat sehingga nantinya menunjang kegiatan produksi yang lebih baik. Dengan tetap tersedianya program pengabdian masyarakat oleh Ristekdikti dan Universitas Teknologi Sumbawa, maka  diharapkan mampu membantu dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat dan memberikan manfaat besar  menuju perubahan yang lebih baik.

Humas & Protokoler

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin