Rektor UTS Paparkan Program GAS Kepada BKSAP DPR RI

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D pada Selasa, 08/06/2021 lalu mengikuti acara “Diplomasi Soft Power Indonesia Melalui Pendidikan dan Pertukaran Budaya” yang dilaksanakan oleh Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bertempat di Kantor Gubernur NTB, Mataram. Hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, M.Sc Wakil Ketua BKSAP Dr. Mardani Ali Sera, didampingi oleh tiga anggota DPR RI lainnya, Johan Budi,  Muslim dan Hj. Sakinah Al Jufri, serta Rektor Universitas Mataram dan Rektor Universitas 45 Mataram.

BKSAP adalah Alat Kelengkapan Dewan yang dibentuk untuk menjadi ujung tombak diplomasi parlemen, yang bertugas untuk mengembangkan dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama antar negara, selain tiga fungsi utama DPR yaitu legislasi, budgeting dan pengawasan.

Salah satu metode diplomasi soft power dapat dilakukan melalui pendidikan dan pertukaran budaya, sebagaimana disampaikan oleh Wakil BKSAP Dr. Mardani Ali Sera. Dalam diskusi yang berlangsung, Rektor UTS mendapat kesempatan berbagi pengalaman terkait bagaimana UTS telah membuat program Global Ambassador Scholarship atau disebut GAS. Melalui program GAS, UTS memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing untuk belajar di UTS. Hal ini dapat juga dimaknai sebagai salah satu cara diplomasi soft power karena mahasiswa-mahasiswa tersebut akan menjadi “ambassador (duta)” dari negaranya masing masing.

“Sejak September 2020, UTS menerima 21 mahasiswa asing dari 21 negara yang tersebar di hampir seluruh program studi. Salah satunya, Mauro, mahasiswa kami asal Argentina. Mauro sangat aktif mempromosikan tentang adat, budaya, bahasa, dan keindahan alam Indonesia. Ia pernah menjadi pembicara di sebuah konferensi budaya di Argentina dan mempresentasikan tentang Indonesia. Baru-baru ini, ia menulis sebuah artikel yang terbit di majalah Kedubes Indonesia di Argentina mengenai Sumbawa. Sementara itu Shafie mahasiswa asal Iran yang pandai memainkan gendang/daf Persia sering tampil bersama tim Sakeco Cinde Bulaeng.” Urai Chairul.

Perguruan tinggi memiliki peranan sangat penting dalam soft power diplomasi bagi Indonesia, baik dari dalam ke luar pun sebaliknya. Selain mendatangkan mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia, soft power diplomacy juga bisa dilakukan melalui pengiriman mahasiswa kita ke mitra luar negeri. Juga oleh diaspora Indonesia di berbagai negara.  melalui soft power diplomacy, bersama-sama kita dapat terus gaungkan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai, kaya akan adat budaya, punya banyak potensi, dan hal-hal baik lainnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin