Serah Terima Jabatan Rektor Baru UTS

Yayasan Dea Mas Percayakan UTS Kepada Dr. Andy Tirta M.Sc dan STP Kepada Dr. Arief Budi Witarto M.Eng

Yayasan Dea Mas kembali mengganti figure pemimpin Universitas Teknologi Sumbawa. Setelah pada tahun 2015 lalu Dr. Arief Budi Witarto M.Eng dipercaya sebagai Rektor, tahun ini jabatan Rektor UTS dipercayakan kepada Dr. Andy Tirta M.Sc.

pake-b

Pergantian Top Leader UTS ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Rektor UTS dalam acara Serah Terima Jabatan Rektor UTS Dari Dr. Arief Budi Witarto M.Eng Kepada Dr. Andy Tirta M.Sc yang disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina UTS, Dr. Zulkieflimansyah M.Sc pada Jum’at, 11 Maret 2016 di Aula Kampus UTS.

Mewakili ketua Yayasan Dea Mas, Dr. Zulkieflimansyah menjelaskan alasan digantinya Dr. Arief Budi Witarto M.Eng yang selama setahun masa kepemimpinannya sebagai rektor telah melahirkan puluhan mahasiswa berprestasi hingga ketingkat internasional itu  bahwa kemampuan yang dimiliki oleh Dr. Arief  lebih dibutuhkan untuk   memimpin Sumbawa Sience and Technopark.

Kenapa diganti? Kata Dr. Zul mengawali penjelasannya, bahwa kami (Yayasn Dea Mas-Red) menilai Dr. Arief punya mata yang walau hanya sebentar tapi dalam, hingga dalam manajemen mampu melihat gambaran besar kebutuhan UTS ke depan.

“Dr. Arief menurut saya orang yang punya kapasitas melihat gambaran besar. Dengan kehadirannya yang hanya setahun, beliau sudah mampu mendeskripsikan apa yang akan hadir di Olat Maras. Dalam waktu yang sangat singkat Pak Arief memahami kebutuhan kita ke depan”.

pake-a

Pengalaman Dr. Arief dalam mengurus UTS dan STP menjadi alasan untuk mengangkat Dr. Arief menjadi direktur STP dan Centre of Biotek. Diharapkan, mudah-mudahan kehadiran STP di bawah tangan Pak Arief bukan sekedar animasi.

Dan tentang Rektor baru, Yayasan menilai bahwa Dr. Andy  yang mantan ketua Senat atau Ketua BEM di Universitas Indonesia akan  mampu menyelesaikan semua persoalan kecuali kematian.

Momentum pergantian sertijab ini mari kita maknai sebagai momentum yang biasa-biasa saja. Bukan hal istimewa, karena dengan menjadi Rektor bukan berarti anda menjadi atasan Dekan dan Dosen lain.

Jadi Rektor bukan hanya duduk di tempat, tapi yang berat adalah menjadi teladan untuk mempercepat dan akselerasi perubahan besar yang akan hadir di UTS, kata Dr. Zul menitipkan harapan kepada Rektor baru UTS.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin