Mahasiswa Metalurgi dan Material UTS Study Tour Ke Jakarta (Hari Kedua)

Mahasiswa  Program Studi Metalurgi dan Material Fakultas Teknolologi Pertambangan Universitas Teknologi Sumbawa melanjutkan program study tour mereka ke Jakarta sebagai pusat industri Indonesia. Mahasiswa terpilih yang masih didampingi oleh salah seorang dosen yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Andy Tirta Ph.D ini kembali mengunjungi perusahaan-perusahaan besar yang memiliki konektivitas dengan ilmu Metalurgi dan Material. Pada hari kedua dan menjadi hari terakhir study tour mereka memilih PT. MRT Jakarta dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk dikunjungi sekaligus belajar disana.

Mengawali perjalanan hari kedua ini mahasiswa melakukan kunjungan ke PT. MRT Jakarta (Mass Rapid Transit Jakarta) atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta  yang berada disekitaran Bundaran Hotel Indonesia. Kunjungan ke proyek pembuatan sebuah sistem transportasi transit cepat yang sedang dibangun Jakarta sejak tahun 2013 dan rencananya akan selesai  pada tahun 2018 ini adalah untuk melihat proses pembuatan terowongan rel kereta bawah tanah yang digadang-gadang akan menjadi alat transportasi yang dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.

Sesampainya disana mereka disambut oleh Humas PT. MRT Jakarta yang memberi penjelasan  tentang latar belakang PT. MRT Jakarta dan latar belakang kenapa di Jakarta membutuhkan kereta bawah tanah. Baru kemudia perjalanan belajar di MRT Jakarta ini dilanjutkan dengan turun langsung kedalam lubang terowongan yang nantinya akan menjadi stasiun untuk kereta bawah tanah  yang berada di Bundaran HI, dengan tetap menjalankan dan mengutamakan SOP keselamatan sebelum masuk ke terowongan.

IMG-20160721-WA0016

Sampai di dalam terowongan yang berada sekitar 25 meter di bawah permukaan tanah mereka melihat proses pembuatan stasiun bawah tanah yang direncanakan akan dibuat 2 tingkat, dimana tingkat kedua untuk pembelian tiket dan tingkat pertama untuk naik ke atas kereta. Kereta ini sendiri akan menggunakan tenaga listrik untuk menjalankannya dan kereta diatur sedemikian rupa agar sampai di stasiun setiap 5 menit sekali. Kereta dikontrol secara otomatis. Untuk mengantisipasi bahaya banjir yang sering terjadi di Jakarta, dinding trowongan sendiri sudah dirancang agar tidak tembus air, dan untuk banjir dipermukaan, dibagian atas stasiun  kereta ini dibuat dengan ketinggian sampai 1,2 meter dari atas permukaan jalan dan walaupun banjir melewati ketinggian tersebut, stasiun sudah dirancang secara otomatis sehingga mulut stasiun akan menutup sendiri untuk mencegah air masuk ke stasiun. Setelah belajar banyak di MRT jakarta, Kunjungan dilanjutkan menuju PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), tepatnya  ke sunter 2 yang berada di Jl. Raya Gaya Motor Jakarta Utara yaitu ke pabrik casting yang memproduksi blok mesin dari mobil-mobil yang diproduksi oleh PT. Toyota. Disana mahasiswa melihat langsung proses pencetakan blok mesin dari besi yang sudah dilelehkan pada suhu sekitar 1500°C kemudian dicetak menggunakan cetakan dari pasir, dimana pasir yang digunakan adalah pasir yang  di impor langsung dari Australia. Proses casting di PT. TMMIN ini merupakan proses terbersih karena asap dan pasir sisa dari pencetakan langsung disedot sehingga asap dan pasir tidak berserakan di lokasi pencetakan.
IMG-20160721-WA0013

Perusahaan yang telah memproduksi mobil pertamanya pada tahun 1993 ini mempekerjakan lebih dari 11.000 pekerja, mengekspor tidak kurang 10.000 unit setiap tahunnya ke sekitar 34 Negara diseluruh dunia. Dipabrik sunter 2 kita mahasiswa Metalurgi dan Material UTS belajar tentang proses produksi blok mesin dari mobil-mobil Toyota yang sangat bagus dan bersih dengan teknologi yang canggih.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin