Kolaborasi UPM dan UTS Hasilkan Inovasi Mobile Vaccinator Indonesia (MVI), Siap Dukung Vaksinasi Hingga Ke Pelosok

Kolaborasi jadi satu kata kunci dalam penanggulangan Covid-19. Pandemi yang menekan berbagai sektor tidak hanya kesehatan dan perekonomian menjadi tantangan untuk diselesaikan.
Kondisi ini terasa sulit diatasi bila semua pihak bekerja secara parsial. Sebagai cikal bakal semangat kolaborasi, bangsa Indonesia memiliki jiwa gotong royong dan solidaritas tinggi. Jiwa ini mendorong masyarakat bergerak secara organik, berupaya meringankan beban sesama, berdampingan dengan bantuan serta dukungan yang disalurkan oleh pemerintah, dan lain sebagainya. Pandemi yang telah menyerang selama hampir 2 tahun ini, menunjukkan bahwa solidaritas bangsa kita masih sangat kuat, berbagai upaya yang telah dilakukan telah menunjukkan hasil baik untuk masyarakat, seperti contoh vaksinasi.

Pada 10/12/21 telah dilaksanakan Launching Mobile Vaccinator Indonesia (MVI) yang merupakan hasil dari kolaborasi Universitas Prasetiya Mulya (UPM) dan Universitas Teknologi Sumbawa. Mobile Vaccinator merupakan terobosan inovasi untuk membantu akselerasi vaksin di daerah 3T khususnya di Sumbawa. Dengan konsep mobile (bergerak) yang secara harfiah artinya mudah dibawa kemana mana. Mengingat mutu vaksin yang harus dijaga pada suhu tertentu dan akses ke desa-desa di Sumbawa yang cukup sulit maka akan menyulitkan tenaga medis untuk menjangkau wilayah wilayah tersebut. Inovasi Mobile Vaccinator ini dilengkapi dengan coolbox vaksin yang bisa sampai minus 20 derajat celcius, juga dilengkapi dengan panel surya untuk membackup energi yang tentunya memudahkan vaksin dibawa kemanapun dengan mutu yang tetap terjaga. Oleh karenanya, hasil riset kolaborasi ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk menjangkau progres vaksin daerah dengan koordinasi antara UTS dengan Dinas Kesehatan yang menjadi komando vaksinasi Sumbawa.

Tim peneliti MVI diantaranya Dr. Zaki Saptari Saldi (UPM), Purba Purnama, Ph.D (UPM), Dr. Nurmalia (UPM), Anastasia Ary Noviyanti, M.Sc (UPM), lalu dari UTS ada M. Hidayatullah, S.Si., M.Sc, Khotibul Umam, S.Si., M.Sc, dan Paris Ali Topan, S.T., M.Eng. Terpilihnya UTS menjadi mitra kolaborasi penelitian MVI ini adalah karena UTS dianggap sebagai kampus teknologi yang telah memiliki track record dalam pengembangan inovasi teknologi yang baik, serta didukung lokasinya yang berada di Sumbawa, masuk dalam kategori 3T.

Dalam sambutannya Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan banyak ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terwujudnya MVI hingga bisa sampai ke bawah Kaki Olat Maras. “Kolaborasi Universitas Prasetiya Mulya (UPM) dan UTS telah menghasilkan Mobile Vaccinator Indonesia (MVI) khususnya diperuntukkan untuk daerah-daerah yang belum terjangkau untuk vaksinasi. Terima kasih kepada Kedaireka Matching Fund yang didukung oleh DUDI Nuritek dan Vanadia atas dukungannya. MVI ini akan membantu mengakselerasi vaksinasi di Kab Sumbawa, melalui Dinas Kesehatan yang saat ini sudah mencapai 66%. Integrasi penggunaan MVI untuk vaksin di desa-desa kedepan akan disinergikan juga dengan para mahasiswa kami di UKM KSR PMI UTS. Terima kasih untuk Kepala KCD Dikbud NTB yang mewakili Gubernur, Pak Nasrullah Darwis, Pak Varian Bintoro yang mewakili Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan Pak Jun, serta para undangan yang hadir. Inilah core inovasi kita, bahwa inovasi itu harus punya dampak manfaat dan terpenting lagi mudah untuk digunakan masyarakat.” Tutur Rektor UTS.

Sehari sebelumnya, juga telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) terkait pemanfaatan dan penggunaan MVI untuk mendukung Herd Immunity di masa depan dengan menggundang Dinas Kesehatan, Upt. Puskesmas dari berbagai kecamatan, juga seluruh perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sumbawa dengan menghadirkan pembicara dari Kemenristek Dikti Endang Taryono.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin