Alat Pengering Ikan Bage Otomatis, Pengabdian Masyarakat Teknik Elektro UTS dengan KSU Syariah BMT Insan Samawa

Program Studi Teknik Elektro bekerja sama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Syariah BMT Insan Samawa, melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembuatan “alat pengering ikan bagek otomatis”. Alat pengering ikan ini bekerja berdasarkan suhu, kelembaban, dan waktu pengeringan secara otomatis. Adapun kapasitasnya sekitar 30 – 40kg dengan konsumsi daya 70W selama 4 jam.

Pada hari Senin, 19 Oktober 2020, Rai Saputra SIP., selaku ketua KSU Insan Mandiri bersama dengan Kepala UPT Perikanan, H. Fabian Ardianta, S, Pi. membawa serta Ibu Juweriah selaku pemilik UKM calon pengguna alat pengering ikan bagek, datang berkunjung ke laboratorium Teknik Elektro UTS untuk melihat langsung alat tersebut sekaligus ingin melakukan uji coba kualitas pengeringan. Rombongan disambut hangat oleh Indra Darmawan, M.Eng., selaku ketua Prodi Teknik Elektro, bersama dengan dosen2 teknik elektro di antaranya Paris Ali Topan, M.Eng., Titi Andriani, M.T., Desi Maulidyawati, M.Pd, Nova Aryanto, M.Inov., Wirentake, M.Pd., beserta beberapa mahasiswa Teknik Elektro.

Bersama dengan pihak2 tersebut, hadir pula Chairul Anam Afgani, S.TP., M.P., dan Tomy Dwi Cahyono, M.M., selaku dosen Teknologi Hasil Pertanian Fateta UTS sekaligus peneliti yang telah lebih dahulu meneliti tentang perlakuan yang harus diberikan pada ikan agar diperoleh kualitas terbaik.

Sebelum diletakkan dalam mesin pengering, ikan2 terlebih dahulu diberi larutan garam dan asam. Kemudian ikan dibagi dalam dua bagian. Satu bagian diberi penambahan kitosan, yaitu zat yg dapat meningkatkan kualitas protein ikan yang dikeringkan dgn tujuan agar ikan dapat disimpan dalam waktu yang lama sehingga dapat dijadikan produk unggulan masyarakat Sumbawa yg dapat dijual tidak hanya secara lokal dan nasional, tapi juga dapat diekspor ke berbagai Negara.

Pengujian alat ini masih pada tahap pertama, di mana setelah dikeringkan selama 4 jam dengan suhu 60 derajat celcius dan kelembaban relatif 18RH, ikan2 tersebut akan diuji mutu dan kualitas masa simpannya di laboratorium pangan terpadu fakultas teknologi pertanian.

Insya Allah, dalam waktu yg tidak lama lagi, alat pengering ikan bagek otomatis akan diserahkan ke UKM Rosek yang berada di Dusun Ai’ Bari untuk dapat digunakan. Harapannya, dengan adanya alat ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, dan menjadikan Sumbawa semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin