DOSEN UTS BOYONG HIBAH INTERNASIONAL

Bicara tentang perguruan tinggi pasti tak lepas dari Tri dharma perguruan tinggi, yang meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Ketiganya hal ini menjadi poin penting dalam mewujudkan visi dari perguruan tinggi, dan merupakan tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Perguruan Tinggi, baik itu mahasiswa, dosen, serta segenap sivitas akademi.
Melalui pendidikan dan pengajaran diharapakan dapat membentuk pribadi yang sesuai dengan kebutuhan zaman, cerdas, inovatif, adaptable, dan lainnya. Mengadakan penelitian menjadi cara untuk mencapai tujuan Perguruan Tinggi, dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, terlebih melalui penelitian ini Dosen dan mahasiswa dapat mengembangkan keilmuan yang dimiliki. Tentunya pengabdian kepada masyarakat menjadi output nyata untuk berkontribusi ditengah-tengah masyrakat dengan terjun langsung ke lapangan, memberi arti dari tingginya nilai ilmu yang didapatkan selama berada diranah pendidikan tinggi.

Berkaitan dengan hal tersebut UTS kembali mendapat angin segar dari para dosen yang berhasil meraih hibah penelitian baik nasional maupun international. Ihlana Nairfana, S. TP., M. Si (Dosen Fakultas Teknologi Pertanian) UTS berhasil lolos dalam program Pendanaan Penelitian Dasar Kompetitif Nasional 2022, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Ihlana akrab Ia disapa berkolaborasi dengan Tim Peneliti Dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram yaitu, Ir. Aluh Nikmatullah, M. Agr. Sc., Ph. D (ketua peneliti) dan Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M. Agr. CP., Ph. D., berhasil lolos dengan judul penelitian “Keragaman Genetik dan Metabolit Sekunder Tumbuhan Obat Indigenous Bidara (Ziziphus mauritiana Lam) di Pulau Sumbawa”.

Riset ini akan dilaksanakan selama 3 tahun (2022-2024), dimana akan berfokus pada mengkaji keragaman morfologi, genetik dan metabolit sekunder tumbuhan bidara pada lingkungan tumbuh yang berbeda di Pulau Sumbawa. Hasil penelitian akan memberikan bukti empiris dan eksperimen keragaman genetik dan metabolit sekunder bidara yang layak secara ilmiah. Penelitian ini bermula dari Tim Riset melihat Bidara sebagai salah satu tumbuhan lahan kering yang dijumpai di berbagai negara, dan banyak ditemukan di Pulau Sumbawa sebagai tanaman liar dan gulma. Di Indonesia, tumbuhan bidara dimanfaatkan secara tradisonal untuk pengobatan dan bahan kosmetika oleh masyarakat di berbagai daerah termasuk Bali dan NTB namun penelitian yang mengeksplorasi potensi bidara ini di Indonesia masih sedikit.

 

Tiga Dosen Universitas Teknologi Sumbawa juga telah meraih hibah internasional yaitu Nurul Amri Komarudin, M.Si. dan Yuni Yolanda, S.Pi., M.Si (Dosen Teknik Lingkungan) dan Chairul Anam Afgani, S.TP., MP. (Dosen Teknologi Hasil Pertanian) berhasil mendapatkan hibah penelitian dari The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA) pada program The UC seed Fund Collaborative Research Grant, kolaborasi dengan peneliti dosen dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya dengan Judul Penelitian “Comparative of Greenhouse Gases Effects from Agricultural Activities in Bogor and Sumbawa”. Dengan periode penelitian 1 Juni 2022 – 31 Mei 2023, Adapun total hibah penelitian yang didapat adalah senilai 5000 USD.

The UC seed Fund Collaborative Research Grant, merupakan program hibah penelitian yang disediakan oleh SEARCA, dengan menyediakan dana sebesar 5000 USD, untuk topik penelitian di bidang Sustainable management of natural resource systems, Food and agriculture policy, Biotechnology in agriculture, Food and health, Information and communication technology, bioinformatics, and data management in agriculture. Penelitian ini di inisiasi oleh Nurul Amri Komarudin, M.Si. (ahli di bidang Kebijakan Lingkungan, Ekonomi Lingkungan, Pencemaran Atmosfer dan Perubahan Iklim) yang awalnya melihat keadaan sosial-ekonomi masyarakat di Pulau Sumbawa yang mayoritasnya bekerja sebagai petani dan peternak, Ia tertarik untuk meneliti terkait dengan persepsi petani dan peternak di Sumbawa terkait dengan Efek Gas Rumah Kaca, melihat masih banyak petani di Sumbawa yang belum bisa melakukan kegiatan bertani dan beternak  yang ramah lingkungan.

Dalam pengajuan hibah penelitian tersebut, Tim harus beranggotakan dua anggota dari University Consortium dan di Indonesia yang masuk ke dalam anggota UC member ini salah satunya adalah Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya sehingga dipilihlah kolega dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya sebagai Kolaborator. Beata Ratnawati, S.T., MT. (penginisiasi penelitian), Leonard Dharmawan, SP., M.Si. (ahli sosial ekonomi) dari Institut Pertanian Bogor, dan Rifqi Rahmat Hidyatullah, S.Hut., M.Si. (Sebagai Ahli Pemetaan/GIS) dari Universitas Brawijaya.

Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D memberikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para Dosen UTS yang telah berhasil meraih hibah. “Selamat kepada Dosen kami Bapak Amri, Chairul Afgani, Ibu Yuni dan juga Ibu Ihlana atas prestasi yang berhasil diraih. Ini tentu menjadi semangat untuk rekan-rekan dosen maupun sivitas akademika lainnya. Kami harap melalui penelitian ini, dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi masyarakat. Kami terus mendukung siapapun di UTS untuk terus mengeksplore dirinya menjadi lebih baik, dan baik lagi. Sekali lagi selamat.” Pungkas Chairul.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin