BIOC: Bahasa Indonesia Online Course UTS

Melanjutkan program beasiswa internasional untuk mahasiswa asing, UTS Global Ambasssador Scholarship (U-GAS), UTS kembali memunculkan program inovatif untuk warga asing. Direktorat Kerjasama Internasional telah membuka program pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dengan perspektif budaya dan bisnis yang diberi nama Bahasa Indonesia Online Course (BIOC).

Program tersebut menkombinasikan pembelajaran Bahasa dengan eksplorasi budaya Indonesia dan potensi bisnis di negeri ini. Program ini bertujuan untuk membantu warga asing yang ingin belajar bahasa Indonesa dengan mudah dan menyenangkan secara online sambil menambah pengetahuan mereka tentang dinamika sosial, dunia bisnis dan budaya di negeri ini.

Proses belajar dilakukan secara online dengan peserta dari berbagai negara dan tersebar di berbagai tempat. Saat ini program tersebut telah menerima 24 peserta dari berbagai negara seperti Irlandia, UK, Rusia, USA, Prancis, Australia dan Argentina. Mereka terbagi ke dalam level Pemula (beginner), pra-intermediasi (pre-intermediate), Intemediate, dan level Lanjutan (Advanced). Sebagian dari peserta adalah pebisnis yang tengah menjalankan bisnis mereka di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. nempunyai ketertarikan untuk berinvestasi di Indonesia.

Pendiri program percaya  bahwa pembelajaran Bahasa yang efisien adalah pembelajaran yang tidak terlepas dari konteks. Oleh karena itu, segmen pertama dalam sesi bisnis dan budaya, pembicara tamu yang terdiri dari praktisi di dunia masing-masing dihadirkan. Mislanya, ketika berbicara mengenai potensi Ekonomi Nusa Tenggara Barat dan percepatan pembanguan Ekonomi di wilayah ini, Kepala Dinas Perijinan Satu Pintu dihadirkan untuk menjad pembicara tamu. Selain itu, staf khusus Gubernur NTB di Bidang Percepatan Pembangunan Ekonomi dihadirkan untuk berbagi pengetahuan tentang rencana pembangunan ekonomi jangka panjang di wilayah ini.  Ketika pembahasan menyentuh tema Wirausaha Sosial dan Lingkungan, pembicara tamu yang dihadirkan adalah Pendiri Yayasan Anak Alam Learning House (https://school.anakalam.id/), Baiq Dewi Yuningsih. Social Entreprise yang berbasis permaculture dan Lingkungan di Mapin Rea ini mempunyai sekolah berbasis pendidikan lingkungan dimana siswa yang bersekolah di tempat ini membayar dengan sampah yang sudah dijadikan eco-brick. Ini adalah bentuk intervensi inovatif yang mendididk dan merubah perilaku masyarakat di Mapin Rea terutama anak-anak muda terhadap sampah plastik dan lingkungan.

Pendiri BIOC mempunyai misi bahwa program ini juga adalah ruang temu bagi para penggiat bisnis, wirausaha sosial dan kegiatan sosial lainnya untuk berjejaring dan berkolaborasi. Hasilnya, salah satu peserta yang mempunyai bisnis yang berbasis pendidikan maritim di Singapura dengan target pasar siswa dan mahasiswa di Eropa terhubung dengan Anak Alam Learning House dan juga Universitas Teknologi Sumbawa. Hubungan ini akan membawa kerjasama dalam mengembangkan pembelajaran lapangan berbasis ekowisata dan konservasi laut di Sumbawa dengan melibatkan UTS sebagai lembaga pendidikan lokal yang akan melakukan supervisi terhadap program ini.

UTS sendiri melihat program ini sebagai bagian dari perwujudan slogan UTS membumi dan mendunia. BIOC menghubungkan warga global dengan agenda pembangunan di regional timur Indonesia dan keterlibatan UTS di dalamnya. Selain itu, program ini adalah salah satu peran UTS dalam menjalankan soft-diplomasi melalui Bahasa dan Budaya Indonesia. Lebih khusus lagi, ini menjadi salah satu medium untuk mengenalkan budaya Sumbawa dan potensi daerah ini kepada warga global. Program ini menjadi rangkaian lanjutan dari Program UTS Global Ambassador Scholarship yang telah dilaksanakan oleh UTS di bawah direktorat Kerjasama Luar Negeri sejak tahun 2020. UTS berharap program-program ini akan membuka kolaborasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan seperti Kementerian Pendidikan Kebudayaan,

Pemerinta Kabupaten Sumbawa, Kementerian Luar Negeri, dan Pemprov NTB. Mendunia bisa dilakukan dari mana saja selama kita jeli melihat peluang dan berani berinovasi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin