PROGRAM PHP2D UTS “MENINGKATKAN NILAI JUAL IKAN TERI MENGGUNAKAN MESIN PENGERING IKAN OTOMATIS PADA KELOMPOK NELAYAN DESA LABUHAN BAJO SUMBAWA

Desa Labuhan Bajo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah Penduduk Desa Labuhan Bajo 2114 orang, yang terdiri dari 1028 laki-laki dan 1086 perempuan dengan 527 KK. Jumlah mata pencaharian pokok masyarakat labuhan bajo 526 orang nelayan, buruh tani 29 orang, petani 34 orang, tukang kayu 16 orang dan 343 orang yang tidak bekerja dll. (Sumber, Profil Desa Labuhan Bajo 2017). Masyarakat Labuhan Bajo dilihat dari profesi pekerjaan terbanyak adalah sebagai nelayan dikarenakan letak Desa Labuhan Bajo diantara dua perbatasan lautan yaitu Laut Flores dan Selat Alas. Namun banyak juga masyarakat labuhan bajo yang belum mendapat pekerjaan sekitar 343 orang pada angkatan kerja usia 18 – 56 tahun berdasarkan data profil desa. Perikanan merupakan salah satu sumber mata pencarian terbesar di wilayah ini. Hasil tangkapan ikan masyarakat Desa Labuhan Bajo rata-rata Jenis Ikan Teri. Ikan Teri hasil tangkapan nelayan langsung dijual kepada para pengepul dalam kondisi ikan basah. Jika diperkirakan penghasilan yang didapatkan sekitar Rp. 200.000 per baknya. Sedangkan, untuk penjualan dalam bentuk kering hasil yang didapatkan mencapai Rp 350.000 per tujuh puluh kilo. Oleh karena itu, keuntungan dominan didapatkan jika penjualan dilakukan dalam bentuk kering. Hal ini menyebabkan kerugian yang dialami para nelayan. Sehingga nelayan membutuhkan suatu alternative dalam pengeringan ikan teri sebelum ikan teri dijual. Agar harga ikan teri yang stabil dapat menambah pendapatan para nelayan. Berdasarkan hasil survey tim PHP2D di lapangan pada umumnya proses pengolahan ikan Teri dalam bentuk kering masih menggunakan cara konvensional dengan memanfaatkan tenaga radiasi matahari secara langsung selama 2 sampai 3 hari. Proses ini terkadang menemukan kendala, terutama di musim penghujan yang menyebabkan lamanya waktu pengeringan ikan Teri dengan jumlah tangkapan ikan yang banyak. Sehingga diperlukan teknik pengeringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan pengeringan. Teknik pengeringan yang tepat yaitu menggunakan mesin pengering ikan Teri berbahan bakar gas dalam mengoptimalkan waktu yang diperlukan dalam proses pengeringan ikan Teri hasil tangkapan masyarakat Desa Labuhan Bajo. Berdasarkan kenyataan di lapangan, masyarakat yang tidak bekerja menjadi permasalahan yang dihadapi Pemerintah Desa karena jumlah yang belum bekerja tinggi. Sehingga pemerintah Desa berharap dengan adanya alat pengering ikan teri dapat menjadi salah satu lapangan pekerjaan bagi masyarakat  yang belum mendapatkan pekerjaan dan dapat mengembangkan produk ikan teri menjadi produk lain seperti kemasan ikan teri, abon ikan teri, keripik ikan teri dll, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai peluang usaha dalam menumbuhkan wirausaha baru bagi masyarakat Desa Labuhan Bajo. Pemanfaatan mesin pengering ikan teri sangat dibutuhkan oleh nelayan dalam meningkatkan harga jual. Kualitas dan waktu pengeringan lebih tinggi dibandingkan dengan pengeringan konvensional karena temperatur dan waktu pengeringan yang lebih cepat. Adapun tujuan dari program PHP2D yaitu pertama, menambah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki beberapa kolompok nelayan labuhan bajo, karena kurangnya proses pengelolaan ikan teri pada nelayan. Kedua, alat pengeringan sebagai salah satu solusi bagi masyarakat dalam mengeringkan ikan teri. Ketiga, sebagai kawasan pengeringan ikan teri di kabupaten sumbawa.
Rabu, 27 September 2021 TIM PHP2D Mesin Pengering Ikan Teri UTS melakukan penyerahan alat mesin pengering ikan teri otomatis di Desa Labuhan Bajo sekaligus melakukan seminar kegiatan yang dihadiri oleh Bapak Kepala Desa, kelompok nelayan, bapak ibu dosen dari Universitas Teknologi Sumbawa yang diundang sebagai sebagai pemateri. Sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Bapak Ramli Ahmad berterima kasih dan mengapresiasi hasil dan karya  mesin pengering yang dibuat oleh mahasiswa UTS khususnya Tim PHP2D UTS. Besar harapan dari beliau kedepannya, alat tersebut dapat bermanfaat dalam mengatasi permsalahan yang dialami masyarakat dalam mengeringkan ikan teri serta menjadi peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Labuhan Bajo. Begitu juga sambutan yang disampaikan oleh ketua kelompok nelayan mengatakan bahwa mereka sangat berterimakasih dan bersyukur, karena apa yang mereka harapkan tercapai, dengan adanya alat mesin pengering ikan teri otomatis tersebut dan mereka sangat puas dengan hasil yang dilaksanakan oleh Tim Php2d Uts.
Dalam Pelatihan peningkatan Manejemen Organisasi dan keuangan serta perawatan Mesin pengering, Dimana ibu silvia firda utami M.Sc yang merupakan salah satu dosen di Teknik Industri menyampaikan materi tentang menegemen organisasi usaha. Dimana pada materi ini membahas tentang cara pembentukan sebuah organisasi dalam memulai sebuah usaha baru. Kemudian pada materi pelatihan kedua yaitu disampaikan oleh bapak Ryan Suarantalla MM yaitu tentang manegemen pelaporan keuangan dan materi ketiga yaitu bapak Mietra Anggara, M.T yaitu membahas tentang Pengoperasian, perawatan mesin pengering dan keselamatan kerja.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin