Rebut Hibah Bersaing LPPM UTS Selenggarakan Workshop Pembuatan Akun SINTA



WhatsApp Image 2018-05-22 at 16.27.15 (1)Pemberian Reward Hibah Penelitan Internal oleh Ketua LPPM Sahri Yanti (depan)

Batu Alang, (22/05/2018)

Mendukung program pemerintah yang tengah gencar mendongkrak hasil penelitian untuk dipublikasikan di tingkat global, Lembaga Penelitian dan Pengabadian Masyarakat (LPPM) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melalui Workshop Pembuatan Akun SINTA (Science and Technology Index) tekankan setiap dosen miliki akun di portal bergengsi tersebut. Selasa, (22/05).

Imbauan senada juga dilontarkan Dr. Andy Tirta, M.Sc. dalam workshop yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Penduan Penelitian dan Pengabdian Ristek Dikti edisi XII tahun 2018 tersebut. Paparnya, kebutuhan publikasi yang diharuskan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristek Dikti) bagi setiap dosen di seluruh institusi pendidikan tinggi di Indonesia merupakan aset penting yang bisa menunjukkan tingkat peradaban suatu negara.

“Karena pentingnya meningkatkan jumlah publikasi, maka dosen UTS harus memiliki akun di portal SINTA,” tegasnya ketika memberikan sambutan di lantai 2 gedung Rektorat UTS.

Pembuatan akun yang dibimbing langsung ketua LPPM UTS sekaligus sebagai verifikator SINTA UTS, Sahri Yanti, M.Sc. sebelumnya menjelaskan SINTA sebagai portal yang berisi pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi kinerja peneliti, penulis, author, jurnal, dan kinerja institusi Iptek juga memuat informasi indeksasi, sitasi, dan kepakaran dosen, sehingga mempermudah pemantauan kinerja dosen dalam hal publikasi.

“Yang paling penting, akun SINTA ini merupakan salah satu syarat wajib dalam pengajuan Hibah Ristek. Tidak hanya itu, profil afiliasi di SINTA juga memberi info rangking perguruan tinggi se-Indonesia,” jelas wanita kelahiran Lamenta, Empang itu.

Terkait proses pendaftaran menurut Yanti-akrabnya- syarat untuk mendaftar atau registrasi di Portal SINTA cukup mudah. Dengan mengisi email dan identitas diri berupa nama lengkap, status  (Peneliti/Dosen), Nomor Induk Dosen (NIDN), Instansi, dan Jabatan proses akan dilanjutkan dengan mengisikan password keamanan yang akan digunakan saat membuka portal. Sebagai tambahan, setiap pendaftar juga memiliki akses memberitahukan h-indeks di portal berbeda misalnya h-indeks di InaSTI, Google Scholar, Scopus, ataupun Indonesian Publication Index (IPI).

Diakhir workshop yang berhasil mendaftarkan 52 dosen tersebut, juga ada Pemberian Reward Hibah Penelitian Internal tahun 2017 kepada Roni Hartono yang diwakili oleh Yossy D.E selaku anggota, Abdul Hadi Ilman, dan Amirin Kusmiran. Ketiga pengusul masing-masing mendapatkan hadiah sebesar 2.5 juta; 1.5 juta dan 1 juta rupiah.

WhatsApp Image 2018-05-22 at 16.27.16Khotibul Ummam pada Sesi Sosialisasi Panduan Hibah Ristek

Pada acara Sosialisasi Panduan Hibah Ristek Tahun 2018. Sebagai pemateri Khotibul Ummam menyampaikan secara detail mengenai syarat pengajuan dalam skim penelitian, pantangan-pantangan untuk mendapatkan dana hibah bergengsi yang diperebutkan oleh semua dosen dan peneliti di Indonesia tersebut. Salah satu strategi yang perlu dipersiapkan yakni dengan mulai merancang pendahuluan dengan memblow-up permasalahan utama yang ingin diteliti di paragraf pertama selanjutnya memberikan gagasan untuk problem solvingnya dan di bagian akhir jelaskan potensi gagasan untuk dikembangkan.

“Kuncinya bagian pendahuluan yaitu jangan tuliskan dongeng seperti fakta-fakta yang sudah umum diketahui,  karena reviewer akan langsung mencoret proposal anda,” ungkapnya.

Strategi berikutnya adalah menyusun metode penelitian yang efektif dan aplicable. Karena, jelasnya,  reviewer sangat concern pada bagian tersebut. Penting pula memperhatikan metode yang harus sesuai dangan jadwal dan anggaran penelitian. Poin penting lainnya yang cukup menentukan juga yaitu proposal dengan judul eye catching. Terakhir rekam jejak peneliti dan daftar pustaka harus 80% bersumber dari jurnal yang diterbitkan maksimal 10  terakhir.

Untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang memberatkan persetujuan proposal yang diajukan, dosen Bioteknologi lulusan Korea tersebut juga membeberkan tips dan trick agar proposal tidak di kick oleh reviewer salah satunya dengan meningkatkan h-index yang rendah, untuk meningkatkan hal tersebut bisa dilakukan dengan menjadikan hasil riset atau jurnal sebagai bahan pembelajaran dalam kelas, sehingga mahasiswa akan merujuk jurnal tersebut sebagai sitasi dalam tugas atau penelitian akhir.

Terakhir adalah mematenkan Kekayaan Intelektual (KI). Dosen yang memiliki KI akan memiliki peluang yang lebih besar. Caranya cukup sederhana, dengan memanfaatkan video pembelajaran atau kegiatan-kegiatan lain yang otentik dihasilkan dengan melakukan pendaftran online di situs Kemenkumham. (anh)

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =