Dirjen Penyediaan Perumahan Kementrian PUPR RI Resmikan Rusunawa Asrama “Olat Maras” Mahasiswa UTS

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Syarif Burhanuddin, Jumat, 1 April 2016 meresmikan Rusunawa Asrama Mahasiswa UTS. Didampingi oleh pendiri dan penasehat UTS, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc, Bupati Sumbawa yang diwakili Staf Ahli Drs M Naziruddin M.Si, dan Rektor UTS Dr Andy Tirta M.Sc, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbawa Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si, para kepala SKPD dan pimpinan BUMN/BUMD. Peresmian Rusunawa ditandai denan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Dirjen Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin dalam sambutannya mengatakan, keberadaan rusunawa mewah ini tidak terlepas dari usaha keras pendiri UTS—Doktor Zul. Usaha ini tidak muncul seketika melainkan dari sebuah mimpi besar dalam membangun sebuah peradaban. Dari gedung ini, ungkap Syarif, kemajemukan menyatu karena yang menempatinya adalah mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak berlebihan jika dikatakan ke-Indonesia-an ada di dalam gedung ini atau gedung tersebut adalah miniaturnya Indonesia. “Dapat diterjemahkan gedung ini merupakan wujud kebersamaan, tidak lagi kelihatan ini orang Sumbawa dan lainnya, tapi yang ada adalah orang Indonesia,” ucapnya.

Karenanya gedung tidak hanya dilihat dari segi fisiknya tapi ada aspek-aspek yang menjadi perhatian, mengingat tempat tinggal merupakan wujud dari harkat dan martabat manusia. Untuk itu yang harus dipikirkan bukan hanya bagaimana cara membangunnya, tapi juga bagaimana cara memanfaatkan gedung ini. “Mari kita jaga dan pelihara asrama ini yang dibangun pemerintah karena anggarannya berasal dari uang kita semua. Wujud memeliharanya adalah bangunan ini dapat bertahan hingga 30 tahun ke depan dengan kondisi yang jauh lebih bagus lagi. Semoga pemikiran dan semangat maupun orang-orang sukses dan tokoh-tokoh besar di masa mendatang berasal dari dalam gedung ini,” tandasnya.

Sementara itu Pendiri UTS, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc mengatakan, bahwa keberadaan rusunawa ini bukan sekedar untuk tempat tidur atau tempat tinggal tapi adalah sumber pembelajaran teknologi untuk berinovasi. Ia optimis jika kemajuan akan dimulai dari rusunawa ini. Hal tersebut mengingat penghuni rusunawa adalah mahasiswa dari daerah yang berbeda, karena kemajuan itu mensyaratkan sebuah kemajemukan. “Tahun ini saja yang mendaftar menjadi mahasiswa UTS berasal dari luar daerah lebih dari 300 orang, terbanyak masih Jawa Barat, nomor dua Aceh, disusul Lampung dan Kalimantan Utara, mengalahkan Jakarta,” sebut Doktor Zul-akrab tokoh nasional asal Sumbawa ini disapa.

Berita gembiranya, ada tiga mahasiswa UTS tahun ini yang berasal dari Papua. Sedangkan tahun depan, UTS membuka pendaftaran bagi mahasiswa dari dunia internasional sehingga Olat Maras sebagai lokasi UTS benar-benar maras atau menyenangkan. “Kenapa perlu dihadirkan orang dari luar Sumbawa ? karena salah satu kelemahan teman-teman di Sumbawa adalah cukup lama tidak punya keberanian untuk bermimpi. Mimpi ternyata mahal, dan dari mimpi itu akan melahirkan semangat untuk meraih dan melaksanakan sesuatu. Dan sesuatu tampaknya mustahil sampai kita melaksanakannya,”.

usunawa

Hal senada disampaikan Rektor UTS, Dr Andy Tirta M.Sc bahwa orang-orang yang akan masuk di sini (Rusunawa UTS) bukan lagi melihat asalnya darimana, tapi ada akulturasi budaya dan kesamaan visi ke depan. “Kita akan berpegangan tangan, berangkulan dan berkolaborasi untuk menuntaskan misi utama bahwa lima tahun lagi Indonesia ada di tangan kita bersama,” terang Dr. Andy, seraya menambahkan bahwa mimpi 5 tahun yang lalu hari ini akan tercipta, lima tahun yang akan datang akan banyak bangunan di sini, iklim riset terbentuk, semangat untuk mendidik terbangun, pengajaran dan lainnya akan hidup. “Kami yakin dan kami bertekad, banyak orang ke sini membawa nyali dan semangat. Itu tidak akan pernah habis,”.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin