Program Studi Kewirausahaan UTS Disetujui Dikti, Geliat Pembangunan Ekonomi Indonesia Timur Akan Semakin Bergairah

Sebagai wujud kontribusi nyata ke masyarakat, serta untuk meningkatkan kualitas SDM Penggerak perekonomian di Sumbawa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) membuka beberapa program studi baru yang telah disetujui dan disambut antusias oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Salah satu Prodi tersebut adalah Kewirausahaan atau entrepreneurship yang berada dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS.

Gagasan pendirian Prodi Kewirausahaan di UTS didasarkan pada fakta-fakta empiris dimana dalam banyak penelitian di seluruh dunia, telah dapat dibuktikan bahwa jumlah pengusaha (entrepreneur) adalah berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu negara.
“sudah banyak dibuktikan di dunia bahwa ketika masyarakat suatu negara berbondong-bondong menjadi pengusaha, negara itu akan maju, contoh paling nyata sekarang adalah China, negara yang dulu sering dilanda bencana kelaparan karena miskin sekarang menjelma menjadi kekuatan ekonomi terbesar dunia akibat kuatnya Gerakan kewirausahaan pada tahun 1970 dan 1980an, FEB UTS ingin menjadi yang terdepan dalam menyediakan dan menumbuhkan ekosistem berwirausaha di Indonesia timur, salah satu caranya adalah dengan membuka Prodi Kewirausahaan” jelas Muhammad Nurjihadi, Dekan FEB UTS.

Saat ini jumlah perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kewirausahaan di Indonesia belum terlalu banyak, UTS merupakan salah satu pelopor pendirian Prodi ini di wilayah Indonesia Timur. Berbeda dengan Prodi lain yang lebih banyak berfokus pada pengembangan konsep dan teori ekonomi, kurikulum Prodi Kewirausahaan disusun untuk dapat menggembleng calon-calon pengusaha sukses, mulai dari membangun mental sebagai pengusaha, membangun gagasan bisnis, hingga mengelola kegiatan bisnis yang efektif dan efisien. Dengan begitu, diharapkan Sumbawa kelak akan kaya dengan sarjana-sarjana yang berorientasi bisnis ketimbang menjadi PNS atau karyawan swasta. Hal ini dapat dipastikan akan membuat perekonomian di Sumbawa dan Indonesia Timur akan semakin bergairah yang pada akhirnya akan menjadi katalis yang dapat mempercepat perkembangan kemajuan ekonomi Indonesia di wilayah timur.

“Sumbawa pada khususnya dan NTB pada umumnya memiliki banyak potensi usaha untuk dikembangkan, namun kurangnya minat masyarakat untuk menjadi pengusaha serta tidak adanya ekosistem berwirausaha yang baik membuat potensi-potensi itu belum banyak tergali, itu sebabnya kita ingin mencetak banyak generasi penerus yang dapat secara kreatif dan inovatif mengembangkan ide-ide bisnis mereka dengan membuka Prodi Kewirausaan, kami sangat yakin bahwa kelak Sumbawa akan memiliki banyak pengusaha hebat jebolan Prodi Kewirausahaan UTS” ungkap Chairul Hudaya, Rektor UTS dengan optimis.

Pada sisi yang lain, Rektor UTS juga meyakini bahwa kehadiran Prodi Kewirausahaan memiliki banyak peminat.
“pangsa pasar untuk Prodi Kewirausahaan ini luas sekali, semua kalangan dengan berbagai latar belakang dapat berkuliah disini tanpa harus melihat dia dari IPA, IPS atau lainnya, apalagi masyarakat sudah mulai bosan dengan bidang studi yang itu-itu saja, kehadiran Prodi Kewirausahaan ini pasti menjadi magnet bagi banyak siswa yang suka berfikir out of the box” kata bang Irul menegaskan.

“Menjadi seorang pengusaha adalah sebuah anjuran, karena akan membawa banyak manfaat dan rezeki, tidak hanya untuk diri dan keluarga, tapi juga masyarakat banyak. Ini sejalan dengan usaha kami menjadikan UTS sebagai tempat pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan untuk tumbuh utuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi semesta alam, sekaligus merealisasikan tagline UTS Membumi dan Mendunia.” Pungkasnya.

Selain Prodi Kewirausahaan, FEB UTS juga mengajukan untuk membuka dua Prodi yang lain, yaitu Prodi Bisnis Digital dan Prodi Aktuaria. Namun yang sudah mendapat persetujuan Dikti baru Prodi Kewirausahaan saja. Dengan demikian, jumlah Prodi dibawah FEB UTS saat ini ada 4, melengkapi 3 Prodi yang sudah ada sejak awal pendirian UTS, yaitu Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Manajemen.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin