Sinergi UTS dan DPMD NTB Dalam Peningkatan SDM Terlatih

Kunjungan WR III UTS Bidang Riset dan Inovasi ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi NTB telah dilakukan pada hari Kamis (09/09/2021), berlokasi di DPMD Provinsi NTB. Dalam kegiatan yang di dampingi oleh Kadis DPMD, Dr. H. Ashari, S.H., M.H yang didampingi oleh Seksi Teknologi Tepat Guna, Lin Wahyulia, S.T dan staf.

Kegiatan kunjungan diawali dengan mengobrol ringan mengenai program-program UTS yang terkait dengan desa.  Wakil Rektor III Bid. Riset dan Inovasi UTS, Khotibul Umam, S.Si., M.Sc. menyebutkan bahwa, kampus kami UTS sangat concern dg pengembangan desa Krn ini salah satu cara efektif dalam membangun daerah. Dimulai dari desa baik melalui kegiatan pendampingan masyarakat, menyiapkan SDM desa hingga produk unggulan desa, maka dengan konsistensi seperti ini daerah kita di NTB ini akan terakselerasi juga kemajuannya. Dalam beberapa program yg memang difokuskan untuk masyarakat desa, kami punya Program Merdeka, dimana mahasiswa kuliah dan menerapkan keilmuannya di desa, ada UTS Mengajar dan juga One village Ten Engineer (OVTE). Semua ini dalam rangka menyiapkan SDM terlatih nantinya untuk membangun dan mengembangkan desanya.

“Kami mendukung sepenuhnya program yang digagas oleh UTS, terutama untuk bidang yang terkait dengan pemanfaatan IPTEK dan peningkatan SDM, mengingat banyak sekali aplikasi yang diturunkan dari pusat terkait pendataan masyarakat, untuk diterapkan di Provinsi, Kabupaten dan Desa”, ujar Kadis DPMD Provinsi NTB.

Di Masa pandemi ini, hampir setiap aspek dipaksa secara tidak langsung untuk memanfaatkan Teknologi informasi dalam bentuk aplikasi untuk membantu menghindari kontak fisik dan mendukung program social distancing. Pelayanan dan pendataan masyarakat saat ini menggunakan sistem online dalam bentuk aplikasi untuk memudahkan masyarakat mengkases dimanapun dan kapanpun.

“Salah satu program kami yaitu Desa Digital dalam Program Merdeka juga memiliki tujuan seperti itu. Ditengah COVID-19 seperti ini, hampir semua kegiatan yang dilakukan secara offline harus dibatasi, sementara kondisi masyarakat desa juga harus tetap di update. Oleh sebab itu, pendataan menggunakan sistem (aplikasi) ini sangat kami utamakan untuk mempermudah masyarakat, pemerintah Daerah atau pihak manapun yang memiliki kepentingan” jelas Pak Khotibul Umam.

Dari hasil diskusi tersebut, ada beberapa aplikasi yang telah disediakan oleh pemerintah seperti SID (Sistem Informasi Desa) yang sudah diaplikasikan di beberapa wilayah, hanya saja pemanfaatanya masih minim.

“Kurangnya tenaga penunjang yang dapat mengoperasikan aplikasi tersebut, menjadi masalah Kita saat ini” tambah Kadis DPMD.

Hal tersebut ditanggapi oleh Tim UTS, dengan menjelaskan bahwa untuk mensupport program tersebut, UTS (panitia pelaksana Program Merdeka) selalu mengadakan pelatihan sebelum pelaksanaan Program untuk operator desa, didampingi oleh mahasiswa yang akan turun ke desa dengan mengundang pembicara yang kompeten di bidang tersebut.

“Bentuk kegiatan nya seperti workshop, dimana kami mengundang perwakilan desa dan mahasiswa yang akan diterjunkan ke desa tersebut untuk sama-sama belajar menggunakan aplikasi tersebut” jelas Pak umam.

Mendengar penjelasan tersebut, pihak DPMD Provinsi sangat mendukung dan mengapresiasi program yang telah dilakukan UTS sejauh ini.

“Kami siap membantu dan menyiapkan trainernya jika dibutuhkan untuk mensukeskan Program Merdeka ke desa agar pendataan berbasis masy dapat sgera dilakukan, terutama dibidang digitalisasi desa” Ucap Kadis DPMD Provinsi NTB.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan pengadaan event untuk pelatihan penggunaan aplikasi SID bagi mahasiswa Dan operator desa, yang akan dilaksanakan akhir September mendatang.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin