Rektor UTS Terpilih Mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP)

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat membantu membentuk dunia yang lebih bebas, lebih aman, dan lebih sejahtera dengan merumuskan, mewakili, dan menerapkan kebijakan luar negeri presiden. Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan memupuk saling pengertian antara Amerika Serikat dan negara-negara lain melalui pertukaran pendidikan, profesional dan budaya internasional. Dimana mereka mempromosikan ikatan pribadi, profesional dan institusional antara warga negara dan organisasi swasta di Amerika Serikat dan luar negeri, dan menyajikan sejarah, masyarakat, seni dan budaya AS dalam semua keragamannya kepada khalayak di luar negeri.  Salah satu programnya yaitu International Visitor Leadership Program (IVLP).

IVLP adalah program yang diluncurkan pada tahun 1940, bertujuan untuk membangun saling pengertian antara Amerika Serikat dan negara-negara lain melalui kunjungan profesional yang dirancang dengan cermat ke Amerika Serikat untuk para pemimpin asing. Kunjungan ini mencerminkan minat profesional pengunjung dan mendukung tujuan kebijakan luar negeri pemerintah AS. Setiap tahun lebih dari 4.500 peserta IVLP dari seluruh dunia dipilih oleh kedutaan AS untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dan berunding dengan rekan profesional mereka. Melalui pertemuan ini, mereka memperoleh pemahaman yang lebih besar tentang pengaruh budaya dan politik dalam masyarakat AS dan menikmati pengalaman langsung Amerika Serikat, masyarakatnya, dan budayanya. Pengunjung mewakili pemerintah, politik, media, pendidikan, LSM, seni, kesehatan masyarakat, keamanan internasional, bisnis dan perdagangan, dan bidang lainnya. Lebih dari 320 kepala pemerintahan dan negara bagian saat ini dan sebelumnya dan banyak pemimpin dunia terkemuka lainnya di sektor publik dan swasta telah berpartisipasi dalam Program Kepemimpinan Pengunjung Internasional ini.

Tahun ini, Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menjadi salah satu pemimpin di bidang pendidikan dari Indonesia yang terpilih untuk mengikuti program IVLP bersama dengan 3 orang peserta lainnya dari Universitas Syarif Hidayatullah, Universitas Airlangga dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Bertolak dari Indonesia pada 24 September 2022, Chairul Hudaya akan mengikuti program IVLP ini sampai dengan 15 Oktober 2022 mendatang dengan melakukan berbagai kunjungan ke berbagai institusi pendidikan, pemerintahan dan swasta yang ada di AS. 

Sebelumnya, Rektor UTS berbagi cerita tentang bagaimana Ia bisa mengikuti program tersebut. “Cerita mendapatkan kesempatan IVLP ini bermula suatu waktu di tahun 2021, saya dihubungi oleh Pak Jalu Cahyanto. Beliau adalah pegawai USAID yang pada tahun 2017 lalu kami cukup intense bertemu. Saat itu, bersama Prof. Heri dan Dr. Gamal, UI bersama konsorsium mendapatkan hibah dari USAID dalam bentuk CCR SMART CITY. IVLP ini memang bukan program yang dibuka untuk umum (tanpa aplikasi) tetapi dinominasikan oleh lingkungan kedutaan US maupun organisasi pemerintah AS. Semua biaya perjalanan, uang saku, hotel ditanggung oleh US Department of State.” Tuturnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, “Alhamdulillah tidak terasa hari ini sudah memasuki hari ke-15 di Amerika Serikat. Pertama kali mendarat untuk transit di Bandara Dallas, lalu menuju Washington DC. Disana kami di-arrange pertemuan dengan berbagai institusi, baik Perguruan Tinggi, pemerintahan maupun NGO. Setelah 6 hari disana, kami melanjutkan perjalanan menuju Pittsburgh, Pennsylvania melalui jalur darat. Disana kami bertemu dengan kolega di University of Pittsburgh dan Duquesne University. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Tucson, Arizona. Kami bertemu dengan tim International Office di University of Arizona dan pimpinan dari Pima Community College. Dari perjalanan ini, ada banyak pelajaran dan pengetahuan yang bisa didapatkan untuk kemudian diimplementasikan di kampus. Kemitraan dapat dengan mudah dilakukan manakala kita pernah bertemu, sharing pengalaman, sehingga personal relationship dapat terbentuk. Kontak person-to-person seperti ini masih tetap perlu meski di era digital seperti sekarang ini. Tentu ini adalah bagian dari upaya merealisasikan slogan kampus kita, UTS Membumi dan Mendunia. Terima kasih IVLP. Terima kasih Pak Jalu. Programnya sangat bermanfaat!” Pungkas Rektor.

Ada beberapa point penting yang diharapkan dapat dilakukan dan diserap sebagai pengalaman oleh para peserta dari Program IVLP ini. Diantaranya mempelajari kebijakan dan praktik terbaik (best practices) yang terkait dengan manajemen program, pertukaran mahasiswa dan staf akademik, transfer pengetahuan/hak kekayaan intelektual, dan sumber daya keuangan dalam konteks kemitraan perguruan tinggi. Selain itu juga untuk mendiskusikan bagaimana otoritas negara bagian dan federal AS terlibat dengan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk memfasilitasi penelitian dan beasiswa internasional. Tujuan lainnya adalah untuk mengeksplorasi beragam perguruan tinggi berbasis komunitas dan perguruan tinggi seni liberal untuk membahas bagaimana kemitraan baru dibangun, mempertahankan kemitraan yang ada, dan menghidupkan kembali kemitraan yang tidak aktif.

Pascasarjana UTS Gelar Seminar Manajemen Inovasi Ke-5

Sumbawa — Bertempat di Gedung Pengelola dan Inkubator Sumbawa Techno Park...

Read MoreJanuari 27, 2023

Mahasiswa FEB UTS Siap Menuju PORPROV NTB 2023

Mengukir Prestasi sebagai atlet basket, Amira mahasiswi Program Studi Manajemen...

Read MoreJanuari 27, 2023

Rudi Masniadi Ungkap Sederet Harapan OMTC Untuk Tahun 2023

Sumbawa – Kepala UPT OMTC, Rudi Masniadi optimis menatap tahun 2023....

Read MoreJanuari 27, 2023

Ilkom Public Speaking Competition 2023 : Gaya Baru Ujian Akhir

Sumbawa – Mata kuliah Public Speaking di Program Studi Ilmu Komunikasi...

Read MoreJanuari 27, 2023
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin