UTS Tandatangani MoU dengan Kampus Ternama di Asia Tenggara



 

IMG-20180813-WA0008

Batu Alang, (16/08/2018)

Menjadi lembaga pendidikan berbasis teknologi yang berkualitas, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) terus membangun kerja sama dengan kampus-kampus ternama di Asia Tenggara. Baru-baru ini, UTS menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP) yang notabene masuk dalam jajaran 200 kampus terbaik dunia kategori Young University Rankings.

MoU yang ditandatangani Rektor UTS Dr. Andy Tirta, M.Sc. didampingi Dekan Fakultas Teknik Muhamad Hidayat, S.T., M.T. dan Rektor UTP Prof. Dr. Mohamed Ibrahim bin Abdul Mutalib bersama Director, Strategic Alliance Office Prof. Dr. Fawnizu Azmadi Hussin di Convention Center Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (13/8) menyepakati adanya Pertukaran Pelajar (Student Exchange), Pertukaran Dosen, dan kesempatan beasiswa untuk dosen UTS di UTP.

Dr. Andy (sapaan akrabnya) menjelaskan UTP sebagai kampus swasta dengan pendanaan riset tertinggi di Malaysia menandakan peluang beasiswa berbasis research juga menjadi lebih besar. Hal ini menurutnya, membuka peluang bagi civitas akademika UTS untuk melanjutkan studi di kampus yang didukung langsung oleh BUMN tersebut. “Warek, Dekan, UPT, Ka Prodi, para dosen, dan seluruh Staf UTS memilih S2 dan S3 di UTP pun bisa dijadikan pertimbangan karena mereka menyediakan beasiswa by research,” tutur rektor muda tersebut.

Ia menekankan, kesempatan yang diberikan UTP kepada dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian di kampus itu dinilai merupakan loncatan besar dalam transfer teknologi antar kedua belah pihak sehingga harus dimanfaatkan secara optimal oleh civitas akademika UTS. Ia juga menambahkan dengan mempertimbangkan jarak dan efisiensi biaya, diharapkan UTP menjadi pilihan alternatif dosen dan mahasiswa UTS dalam melakukan program riset dan tugas akhir ke depannya.

“Dengan harga tiket Lombok-Malaysia seharga 1 juta, menjadikan UTP untuk tempat bapak/ibu dosen dan para mahasiswa tingkat akhir untuk melakukan penelitian, sepertinya bisa menjadi pilihan. Pintu sudah dibuka, mereka ternyata sangat welcome dengan adanya exchange mulai dari faculty member maupun mahasiswa. Lebih tepatnya, senang dan mengharapkan karena memberikan mutual benefit dalam penelitian internasional mereka juga. Mari dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

IMG-20180816-WA0006

Pada kesempatan tersebut, Rektor UTS juga bertemu dengan Manager for Student Internship Mobility & Adjunct Lectureship UTP, Azrul Hasyim membahas detail pertukaran mahasiswa antara kedua belah pihak yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diinformasikan sekitar 20 mahasiswa UTP akan mengunjungi UTS Agustus ini, delegasi tersebut direncanakan mengikuti kegiatan Reorientasi dan Pengenalan Kampus (Respek) bersama dengan mahasiswa baru UTS. Selain itu, Januari 2019 mendatang UTP sendiri menyanggupi menerima 50 mahasiswa UTS untuk mengikuti perkuliahan selama 1 semester di UTP.

“InsyaAllah 20 mahasiswa UTP akan berkunjung ke UTS bulan ini. Saya ajukan mereka untuk ikut Respek, dan mereka setuju. Dan InsyaAllah, Januari 2019 mereka welcome kalau ada 50 mahasiswa kita yang mau sit-in satu semester di UTP,” ungkapnya.

Selain bentuk penelitian dan pertukaran mahasiswa, melalui pesan suara kepada Humas UTS, Ia juga mengungkapkan beberapa WNI yang saat ini melanjutkan pendidikan maupun yang sudah bekerja di kampus besar tersebut akan mensupport kegiatan study, penelitian, dan lainnya yang dilakukan UTS. Beberapa di antaranya juga menyatakan diri siap menjadi bagian dari tenaga pengajar UTS nantinya. “Beberapa WNI yang sedang ambil doktoral, assisten profesor, dan seorang associate profesor, InsyaAllah mau listed sebagai dosen UTS,” tutupnya.

Share This:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =