Mahasiswa UTS penemu TTG Smart Portable Solar Cell Berharap Bisa Wakili NTB ke Tingkat Nasional

Temuan alat TTG Smart Pertable Sollar Cell oleh IImam Wierawansyah Eltara, Mahasiswa program studi Metalurgi dan Material, Fakultas Teknologi Pertambangan UTS berhasil lolos sebagai salah satu alat TTG Unggulan Kabupaten Sumbawa dalam gelaran Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi NTB yang berlangsung di Kabupaten Sumbawa Barat pada 27 sampai 30 April 2016 lalu.

Gelar TTG merupakan sebuah gelaran yang bertujuan sebagai proses mengembangkan kreativitas dan kemampuan inovasi masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing masyarakat  guna meningkatkan produk unggulan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta mendukung pengembangan kecerdasan lokal (local genius) dan ekonomi kreatif ini merupakan kegiatan terpadu bagi penyebarluasan informasi berbagai jenis TTG dalam mengelola sumber daya alam yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, sekaligus sebagai forum untuk menggali gagasan pemikiran dalam penyusunan kebijaksanaan pemasyarakatan dan pemanfaatan TTG pada masa mendatang.

IMG-20160506-WA0014

Lomba Gelar TTG sendiri terdiri dari beberapa tahap, yaitu seleksi tingkat kabupaten, provinsi, dan Nasional. Pada tahun ini penyelenggaraan Gelar TTG tingkat Provinsi NTB diadakan di Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Kabupaten Sumbawa beserta 9 kabupaten lainnya yang ada di NTB mengikuti Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Propinsi NTB di Kota Taliwang yang merupakan rangkaian dari Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke (BBGRM) XIII di Halaman Kantor Bupati Sumbawa Barat. Kegiatan BBGRM tingkat Provinsi NTB ini juga dirangkai dengan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XIV dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi NTB sekaligus Launching Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong, berlangsung mulai tanggal 27 sampai dengan 30 April 2016.

IMG-20160506-WA0008

Seteleh mengikuti seleksi ketat di tingkat kabupaten, alat temuan Imam, putra Daerah Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara ini berhasil lolos menjadi salah satu alat TTG unggulan kabupaten Sumbawa. Dimana dalam gelar TTG tahun ini, Sumbawa membawa 7 alat TTG , dimana 2 diantaranya diwakili oleh mahasiswa universitas teknologi Sumbawa Fakultas Teknologi pertambangan, Prodi Teknik Metalurgi dan material. Dua mahasiswa itu adalah Imam Wierawansyah Eltara dengan Temuan TTG bernama Smart Portable Solar cell dan Iftitah dengan temuan TTG filter water Hygienis.

Berkat alat yang di tampilkan dan stan yang indah dengan tatanan yang bagus dan rapih sehingga membuat antusiasme pengunjung tinggi, membuat Kabupaten Sumbawa berhasil menyabet juara 1 mengalahkan 9 kabupaten lainnya.

Dalam kegiatan ini, alat temuan Imam yaitu Smart Portable Solar Cell, berhasil lolos seleksi untuk diikut sertakan dalam pergelaran Gelar anugerah TTG Provinsi NTB yaitu gelar untuk menobatkan Alat TTG siapa yang terbaik yang diadakan pada bulan September dan Gelar TTG tingkat nasional yang merupakan puncak tertinggi perlombaan gelar TTG dimana nantinya akan ada 34 Provinsi yang akan berlomba untuk memperebutkan stan terbaik dan penemu TTG terbaik pada bulan Oktober mendatang dimana Provinsi NTB dipercaya sebagai  tuan Rumah Gelar TTG 2016.

IMG-20160506-WA0009

Smart Portable solar Cell, merupakan sebuah alat penangkap energi matahari untuk di jadikan energi listrik. Dengan berbagai pengembangan saya berhasil membuat sebuah inovasi baru dalam penggunaan solar cell pada umumnya. Dimana solar cell yang saya buat ditujukan untuk penggunaan sehari-hari yang dapat di tempatkan di taman rumah atau bagian rumah lainnya tanpa harus diletakkan di atas atap atau tempat tinggi lainnya. Karena solar sel yang saya buat ini merupakan solar sel portable yaitu bisa di pindahkan kemana-mana karena bentuk yang pendek dan mudah di rangkai serta yang di sesuaikan dengan tempat penggunaanya. Selain itu penggunaan substrat pada bagian panel dapat meningkatkan kemampuan panenl dalam menyerap energi matahari, sehingga bila pada umumnya untuk mengecast aki dengan daya 70 Ahm membutuhkan waktu 7-8 jam. Dengan menggunakan panel temuan saya bisa hemat waktu sampai 1-2 jam. Selain itu untuk memudahkan pengguna, Imam juga menambahkan BCU (batrei Control Unit) yaitu alat pengontrol aki, dimana di alat ini dilengkapi dengan lampu indikator untuk mengontol aki dan inverter untuk mengontrol penggunaan arus listrik. Dan beberapa tambahan lainnya. Kedepannya semoga dengan temun ini dapat mengatasi persoalan di dalam masyarakat baik berupa seringnya terjadi pemadaman listrik dan mahalnya biaya penggunaan listrik.

Menjadi pemenang tingkat Provinsi, Imam berharap tahun ketiga keikutsertaannya dalam gelaran yang sama ini setelah dua tahun sebelumnya secara berturut-turut hanya bertahan sebagai pemenang tingkat provinsi, temuannya mampu menjadi pemenang ditingkat nasional dan membanggakan nama NTB.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin