Pengelolaan Limbah Pesisir Terpadu di Tanjung Pengamas Desa Karang Dima oleh UTS bersama STP dan LPM Mutiara Samawa

Lingkungan adalah sesuatu yang dapat dilihat dan juga dirasakan oleh setiap insan di bumi ini. Lingkungan memiliki 3 komponen, yaitu lingkungan abiotik atau lingkungan fisik, lingkungan biotik atau lingkungan hayati, dan juga lingkungan kultural. Jika lingkungan mengalami degradasi atau bahkan kerusakan, maka akan banyak timbul permasalahan yang akan terjadi di sekitar kita dan tentunya membuat ketidaknyamanan untuk menjalani kehidupan dalam sebuah ekosistem yang dimana lingkungan dan manusia memiliki hubungan interrelasi dan interdependensi. Maka dari itu, seluruh makhluk hidup di bumi ini wajib hukumnya untuk menjaga, mengelola, melestarikan, dan meningkatkan kualitas lingkungan agar tercapainya sustainable environment (lingkungan berkelanjutan) demi kehidupan yang layak serta nyaman untuk semesta alam.

Pantai Kayangan-Tanjung Pengamas atau biasa disebut Pantai Kemas adalah salah satu keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Pantai Kemas merupakan bagian dari Kawasan Pesisir Tanjung Pengamas yang secara administrasi termasuk kedalam wilayah administratif di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas. Terjadi kerusakan lingkungan di wilayah tersebut yang termasuk dalam kawasan pesisir, salah satunya adalah akumulasi limbah yang melimpah. Limbah pertama merupakan limbah organik meliputi koral, karang, kayu, pohon, rumput laut, seresah daun yang telah mati. 

Limbah kedua merupakan limbah anorganik meliputi botol kaca, plastik, kertas, kain yang akan sulit diurai jika hanya dibiarkan menumpuk di kawasan tersebut. Selaras dengan program Pemerintah Nusa Tenggara Barat terkait zero waste (nol limbah), yaitu Lestari yang bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional persampahan di NTB.

Dengan  berbagai permalasahan yang terjadi, maka dibentuklah tim dari Universitas Teknologi Sumbawa yang terdiri dari Dr. Ali Budhi Kusuma, S.Si., M.Sc., ALS., Pramudya Bagas Utama, S.T., M.Sc., Dr. Kiki Yulianto, S.Tp., M.P. yang bermitra dengan Bank Sampah dan Laboratorium Bioteknologi Lingkungan dan Energi Sumbawa Techno Park serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Mutiara Samawa yang diketuai oleh Sri Wahyu, S.Ip., M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknobiologi dan Teknik Lingkungan Universitas Teknologi Sumbawa untuk mengelola limbah pesisir (botol plastik dan koral mati) . Dengan inisiasi dan inovasi program pengelolaan terpadu, harapannya adalah Desa Karang Dima akan menjadi desa model mandiri limbah pesisir pertama di Nusa Tenggara Barat.

Pada Sabtu, 13 November 2021 dilaksanakan kegiatan Beach Clean Up (Pembersihan Pantai) menggunakan metode operasi semut secara objektif mengambil dan memilah jenis limbah yang ada di kawasan tersebut untuk dijadikan bahan barang kerajinan kreatif yang selaras dengan hirarki pengelolaan limbah mulai dari disposal, energy recovery, recycling, reuse, minimisation, prevention. Output dari kegiatan ini adalah membersihkan lingkungan pantai dari keanekaragaman limbah sebagai upaya menjaga dan melestarikan lingkungan. Limbah plastik yang diambil dan dipilih, akan dijadikan produk berupa face shield (pelindung wajah), serta limbah koral mati yang diambil akan dijadikan bahan membuat produk kerajinan seperti kotak tisu, vas, figura, gantungan kunci, asbak. Setelah kegiatan beach clean up terlaksana, dilanjutkan kegiatan Training of Trainer untuk mempersiapkan calon trainer yang akan melatih dan mengarahkan anggota PKK dan Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Desa Karang Dima pada program pelatihan yang dilakukan di Aula Kantor Desa Karang Dima.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin